• Selasa, 30 November 2021

Kemiskinan Kabupaten Cirebon 70 Persen, Anggota DPRD Jabar: Saya Malu...

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:15 WIB
Ilustrasi Kemiskinan. (Unsplash)
Ilustrasi Kemiskinan. (Unsplash)
INILAHKORAN, Cirebon - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Yuningsih, mengaku kaget sekaligus malu atas meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon.
 
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandi dalam pernyataan terkait data kemiskinan, menyebutkan berdasarkan SK Kemensos terbaru menyatakan penduduk miskin di Kabupaten Cirebon lebih dari 70 persen.
 
"Ya saya malu membaca berita tentang naiknya warga miskin di Kabupaten Cirebon. Masa bisa tembus 70 persen. Ini indikatornya apa," kata Yuningsih lewat sambungan telepon selulernya, Rabu.
 
Permintaan Kadinsos untuk meminta anggaran verval, lanjut Yuningsih, adalah hal yang wajar. Mungkin saja untuk melakukan verval ulang terkait data kemiskinan yang semakin tinggi. Namun, permintaan tersebut sangat tidak etis, mengingat anggarannya sendiri sudah telat.
 
 
"Kalau itu data terakhir  dari Kemensos tanggal 18 September, kenapa tidak dari kemarin pas anggaran perubahan. Kenapa baru diekspos sekarang. Ini sepertinya ada kesalahan komunikasi antara pimpinan dan bawahan," ungkap Yuningsih.
 
Yuningsih juga memprediksi, data tersebut bisa saja terjadi kesalahan. Indikator kemiskinan yang di berikan harus benar-benar jelas. Masalahnya, saat ini pembangunan di Kabupaten Cirebon tidak buruk-buruk amat.  Kalau barometernya karena covid, tidak mungkin tiba-tiba warga miskin di Kabupaten Cirebon melambung tinggi.
 
"Kalau jumlahnya seperti yang sekarang, bisa-bisa Kabupaten Cirebon menduduki urutan pertama daerah termiskin di jawa barat. Saya malah tidak yakin ah," aku Yuningsih.
 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Kemensos merilis jumlah warga miskin di Kabupaten Cirebon tembus pada angka 1.653.192 jiwa. Sedangkan jumlah pendudukan Kabupaten Cirebon sendiri, saat ini sekitar 2,2 juta jiwa. Artinya, saat ini jumlah penduduk miskin di Kabupaten Cirebon sekitar 70 persen.
 
Namun, rilis Kemensos melalui Kadinsos Kabupaten Cirebon, dipatahkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina. Dirinya mempertanyakan data Dinsos Kabupaten Cirebon, dari Kemensos.  Menurutnya, apakah data  baru tersebut, benar data valid, atau tidak.  Masalahnya, selama pandemi ini, program yang diluncurkan tidak ada efeknya untuk mengurangi program kemiskinan. Sementara saat pandemi, berbagai program bantuan diluncurkan, baik dari pusat maupun daerah. 
 
Siska justru menyoroti program Pemkab dan Dinsos dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Sampai saat ini, programnya sudah tidak jelas. Jangan sampai, masyarakat hanya dikasih makan untuk hari itu saja. Justru harusnya Pemkab berfikir, bagaimana masyarakat diajak berfikir untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. (maman suharman)

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB
X