• Kamis, 21 Oktober 2021

Pola Pangan di Garut Masih Rendah, Ini Langkah Dinas Ketahanan Pangan

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Pelaksana Teknis Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Yudi Hernawan  (Zainul)
Pelaksana Teknis Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Yudi Hernawan (Zainul)
INILAH, Garut-Tingkat pola pangan  masyarakat Kabupaten Garut saat ini baru mencapai sekitar 78 persen.
 
Angka tersebut masih rendah dibandingkan tingkat pola pangan secara nasional dan Jawa Barat yang sudah mencapai hampir sekitar 90 persen.
 
Hal itu dikemukakan Pelaksana Teknis Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Yudi Hernawan pada Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Pangan Lokal dalam Rangka Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat di SMPN 1 Garut Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota, Rabu (13/10/2021).
 
Menurut Yudi, perlu dilakukan sosialisasi agar bisa mengurangi kesenjangan angka pola pangan harapan Kabupaten Garut dengan tingkat pola pangan Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
 
 
Menurut Yudi, konsumsi pangan masyarakat Indoensia, khususnya Kabupaten Garut, terutama terhadap beras dan terigu sangat tinggi. Namun konsumsi proteinnya rendah, terutama protein hewani.
 
Dilatarbelakangan kondisi tersebut, DKP Garut berupaya memerkenalkan penganekaragaman produksi pangan serta mengedukasi pangan beragam bergizi seimbang dan aman kepada anak-anak sekolah. Salah satunya para pelajar SMPN 1 Garut.
 
Ada sebanyak 500 kudapan bergizi hasil formulasi pangan lokal racikan para chef yang dibagikan kepada para pelajar di SMPN 1 Garut.
 
 
Pada bagian lain, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMPN 1 Garut Tjuk Mardianto menegaskan, pihaknya akan terus menyosialisasikan pentingnya  BS2A di lingkungan sekolah. Hal itu agar kebutuhan nutrisi bergizi para pelajar dapat terpenuhi untuk keberlanjutan pendidikannya. 
 
"Mudah mudahan ke depan nanti, oleh tim kesiswaan akan dibuatkan program. Apakah itu dalam bentuk In House Training (IHT), Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) atau juga di kepengurusan OSIS. Yang jelas tidak akan berhenti di sini," ujarnya
Dia berharap para pelajar yang mendapatkan sosialisasi BS2A dapat menyosialisasikan lagi BS2A dan pentingnya memilah makanan yang akan dikonsumsi kepada rekan-rekannya yang lain. Baik di lingkungan sekolah sendiri maupun di luar sekolah.***(zainulmukhtar)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB

BOR Kasus Covid-19 di RS di Garut Tersisa 3,68 Persen

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:30 WIB
X