• Senin, 29 November 2021

Aduh Banyak Janda Baru di Jabar, Cetak Rekor Perceraian Tertinggi di Indonesia

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:50 WIB
Jabar mencatatkan angka tertinggi untuk jumlah kasus perceraian di Indonesia. (Dok InilahKoran)
Jabar mencatatkan angka tertinggi untuk jumlah kasus perceraian di Indonesia. (Dok InilahKoran)

INILAHKORAN, Bandung- Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (MA) Aco Nur mengungkapkan, Jawa Barat menempati jumlah tertinggi kasus perceraian selama pandemi.

"Yang banyak Jawa Barat, kemudian Jawa Timur," kata Aco Nur saat menghadiri peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) secara daring di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Kembangan, Jumat.

Namun demikian, Aco tidak menjelaskan secara detail jumlah kasus perceraian di Provinsi Jawa Barat dan perbandingannya dengan provinsi lain.

Baca Juga: Hasil Rekrutmen KAI Tahap 1 Diumumkan Hari Ini, Begini Tiga Cara Cek tanpa Harus Login di recriutment.kai.id

Namun, menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi tingginya kasus perceraian selama pandemi COVID-19. Salah satunya, yakni masalah perekonomian.

Banyak bahtera rumah tangga yang goyah karena kebutuhan ekonomi tidak tercukupi dengan baik. "Banyak yang diputus pekerjaan sehingga mungkin jadi salah satu pemicu orang bercerai," kata Aco.

Baca Juga: DIUMUMKAN HARI INI! Cek Terus Link Hasil Rekrutmen PT KAI 2021 Tahap 1 di Sini

Tidak hanya karena ekonomi, dia juga menilai sosial media juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perceraian.

Menurut dia, banyak media sosial yang mengumbar masalah rumah tangga orang hingga akhirnya bercerai.

Hal tersebut yang memicu warga lain tergerak untuk bercerai lantaran dianggap sebagai solusi dari masalah dalam rumah tangga.

Baca Juga: Ditunda! Hasil Rekrutmen KAI Akan Diumumkan Jumat 15 Oktober 2021, Pelajari Cara Ceknya di Sini

Dia berharap masyarakat bisa lebih bijak menggunakan sosial media sehingga tidak memicu adanya perpecahan dalam rumah tangga.

"Saya harap permasalahan yang mengakibatkan dan memancing mereka untuk melakukan itu diminimalkan. Kesadaran hidup itu ada tantangan bukan menjadi faktor rumah tangga terpecah," kata Aco Nur.***

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Jumat, 26 November 2021 | 20:00 WIB

8.000 Guru Honorer di Garut Masuk Dapodik

Kamis, 25 November 2021 | 22:26 WIB

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB

Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
X