• Sabtu, 27 November 2021

Disdagin Kabupaten Cirebon Sidak Gas Elpiji Bersubsidi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 16:30 WIB
Sampai H+2 Lebaran, penjualan LPG 3kg (subsidi) di Jawa Timur mengalami kenaikan hingga 21
Sampai H+2 Lebaran, penjualan LPG 3kg (subsidi) di Jawa Timur mengalami kenaikan hingga 21
 
INILAH, Cirebon - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon bersama unsur terkait, melakukan pengecekan ke lapangan perihal distribusi gas bersubsidi (LPG 3kg) ke sejumlah stasiun pengisian gas.
 
Hal itu dilakukan untuk memastikan pasokan dan ketersediaan LPG bersubsidi. Disamping itu, untuk mengecek mekanisme apakah sudah  sesuai regulasi  atau tidak.
 
Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok pada Disdagin Kabupaten Cirebon, Dini Dinarsih, mengatakan, terdapat beberapa poin penting terkait sidak yang dilakukan.  Salahsatunya, melakukan pengecekan perihal kondisi di lapangan tentang pendistribusian LPG 3kg sesuai prosedur.
 
 
"Kami melakukan pengecekan mulai dari kelengkapan administrasi agen. Kita cek saat pengisian atau mau keluar ke pangkalan. Kemudian kami juga lakukan pengecekan dokumen perijinan SPBE dan lainnya," kata Dini (17/10/2021)
 
Menurutnya,  harus ada jaminan prioritas ketersediaan gas 3kg bagi masyarakat. Sehingga dari sisi kepatuhan sisi administrasi dari SPBE  dan agen, wajib mengikuti prosedur peraturan yang berlaku khususnya dalam mendistribusikan gas 3kg. Termasuk monitoring dan pengawasan pendistribusian tabung  resmi dari pertamina.
 
"Secara keseluruhan semua masih berjalan sesuai mekanisme. Jika sampai ada yang merugikan masyarakat maka ini harus dibenahi ," ungkapnya.
 
 
Sementara itu Benny Hutagaol, yang juga SDM 1 PT Pertamina Cirebon mengatakan,  sidak diinisiasi atas koordinasi tim, baik dari Pemkab Cirebon yang melibatkan unsur Pertamina dan Hiswana Migas.  Pengecekan dilakukan dengan dimulai dari teknis prosedural hingga sertifikat tera, alat dan tabung sendiri.
 
“Ada sejumlah catatan namun secara umum sudah sesuai standar dan tidak bermasalah. Makanya ini juga tim kami libatkan untuk bisa diketahui secara bersamaan, sehingga jaminan ketersediaan bagi masyarakat yang membutuhkan memang bisa terpenuhi,” jelasnya.
 
Benny menyebutkan,  pasokan sendiri  ada dua jenis, yakni distribusi dari Pertamina mengirimkan ke SPBE dan pendistribusian ke masyarakat melalui agen.
 
 
 “Makanya, mulai dari dokumen kendaraan maupun loading order dan lainnya dilakukan pemeriksaan. Karena wajib dipatuhi sampai detil," kata Benny.
 
Benny menambahkan, realisasi  untuk kebutuhan LPG 3Kg dalam sehari untuk pasokan di kabupaten Cirebon sebanyak 68.000 matrix ton. Jumlah itu setara dengan 22.000 tabung. Namun terkadang  antara kebutuhan selalu berbeda dengan realisasi. Untuk itu pihaknya mengirim sesuai dengan apa yang menjadi prioritas.
 
 “Rencana besar yakni One Vilage One Outlite dan ini mejadi PR kami kedepan . Intinya masyarakat jangan khawatir dari mulai kebutuhan, kami selalu memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat. Jika ada oknum pangkalan nakal dan menjual diluar sasaran bisa dilaporkan ke pihak terkait, bisa ke Pertamina maupun Dinas perdagangan,”tukasnya.*** (maman suharman)
 
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Jumat, 26 November 2021 | 20:00 WIB

8.000 Guru Honorer di Garut Masuk Dapodik

Kamis, 25 November 2021 | 22:26 WIB

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB

Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
X