• Sabtu, 4 Desember 2021

Buset, Ibu Rumah di Garut Jualannya Minuman Keras, Stoknya Hingga Ratusan Botol

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:30 WIB
Polisi mengamankan barang bukti minuman keras di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/HO-Polres Garut
Polisi mengamankan barang bukti minuman keras di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/HO-Polres Garut

INILAHKORAN, Bandung-Kepolisian Resor (Polres) Garut kembali menyita ratusan botol minuman keras berbagai jenis dan merk yang dijual oleh seorang ibu rumah tangga secara ilegal di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kami amankan barang bukti minuman keras, dan juga penjualnya," kata Kepala Satuan Narkoba Polres Garut AKP Maolana kepada wartawan di Garut, Rabu 20 Oktober 2021.

Ia menuturkan jajarannya bersama Tim Sancang Polres Garut berhasil mengungkap penjualan minuman keras secara ilegal itu berdasarkan laporan masyarakat yang selama ini sudah resah dengan bebasnya penjualan minuman itu.

Baca Juga: Polresta Bandung Pantau Peredaran Minuman Keras Jelang Ramadan

Bahkan, kata dia lagi, pembeli minuman keras ke warung milik seorang ibu rumah tangga itu tidak hanya kalangan dewasa, melainkan kalangan remaja yang masih di bawah umur.

"Tidak hanya orang dewasa, tapi banyak juga remaja dan anak di bawah umur yang beli, warga sudah resah karena efek minuman keras ini tak jarang membuat penggunanya melakukan pembuatan kriminal," katanya.

Hasil laporan masyarakat itu, kata Maolana, membuat jajarannya bergerak untuk melakukan penggerebekan sebuah warung yang diketahui di dalamnya terdapat ratusan botol minuman keras berbagai jenis dan merek.

Baca Juga: Tak Terbantahkan! Minuman Keras dan Narkoba Itu Jelas Haram

Botol minuman keras yang siap jual itu, kata dia, oleh pemiliknya disembunyikan di beberapa tempat, bahkan ada juga yang disimpan tertutup di kaleng kue dan dispenser air, ada juga di bawah tanah.

"Modus yang dilakukannya unik dengan cara menyimpan minuman keras di dalam kaleng-kaleng kue, dispenser, dan ada juga yang disimpan di dalam bungker yang dibuatnya di dalam kamar," kata Maolana.

Akibat perbuatannya itu, pemilik warung harus berurusan dengan polisi dan dijerat Pasal 538 KUHP jo Pasal 7 Perda Kabupaten Garut Nomor 13 Tahun 2015 tentang Larangan Minuman Keras.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Yayasan ODGJ Tambun

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:47 WIB

Lima Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Menurun

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Peroleh BLT dari DBHCHT

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:10 WIB

Pemkab Cirebon Dorong Regenerasi Petani

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:15 WIB
X