• Minggu, 28 November 2021

Warga Cisewu Sumbangkan Darah di Tengah Pandemi Covid-19

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 19:30 WIB
 warga di Kecamatan Cisewu selatan Garut tetap antusias secara berkala menyumbangkan atau mendonorkan darah (zainulmukhtar)
warga di Kecamatan Cisewu selatan Garut tetap antusias secara berkala menyumbangkan atau mendonorkan darah (zainulmukhtar)
INILAH, Garut-Kendati dalam kondisi pandemi Covid-19, warga di Kecamatan Cisewu selatan Garut tetap antusias secara berkala menyumbangkan atau mendonorkan darah untuk mereka yang membutuhkan melalui bank darah Palang Merah Indonesia (PMI).
 
Melalui Gerakan Donor Darah atau disingkat Dordar digagas Camat Cisewu Heri, mencari warga yang setiap saat siap mendonorkan darahnya di Kecamatan Cisewu relatif mudah. Pasalnya, di setiap desa di Cisewu sudah terdapat bank data mengenai daftar pendonor berikut jenis golongan darahnya.
 
Dengan demikian, jika terdapat pasien terutama warga desa di Cisewu dirawat dan memerlukan darah maka pendonor yang terdata di bank data di desa bersangkutan atau desa lain di Cisewu dapat disiapkan berangkat untuk mendonorkan darahnya sesuai yang dibutuhkan. Baik jumlah darah maupun golongannya.
 
 
Kesiapan warga di Cisewu mendonorkan darahnya itu tak terkecuali di masa pandemi. Pandemi tak menghalangi antusias mereka menyumbangkan darahnya secara berkala, setiap triwulan, meskipun tetap mesti dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
 
Heri menyebutkan, per trwiulan, darah disumbangkan ke PMI Garut dari warga di Kecamatan Cisewu rata-rata mencapai sebanyak 300 labu. Bahkan, lanjutnya, pada Gerakan Dordar kali terakhir, dari Kecamatan Cisewu berhasil terkumpul sebanyak 427 labu darah. 
 
"Kita atur biasanya (dipusatkan) di kecamatan. Nah, sekarang besar dibagi tiga wilayah. Sehingga kerumunan bisa dikurangi protokol kesehatan bisa dilaksanakan. Hasilnya bisa 422 (labu)," ujarnya, Kamis (28/10/2021).
 
 
Meski respon dan antusiasme warga Cisewu cukup tinggi dalam mendonorkan darah, kata Heri, pihaknya masih kesulitan mempercepat pengiriman pendonor ke lokasi yang membutuhkan karena jaraknya yang cukup jauh. Sehingga ketika pendonor tiba di lokasi terdapat yang membutuhkan darah, pendonor tak serta merta bisa melakukan transfusi darah melainkan mesti beristirahat dahulu untuk menstabilkan kondisinya.
 
"Kalau di sini diberangkatkan butuh tiga labu, kita berangkat kan enam orang. Berangkat perjalanan dari sini ke PMI Garut itu 112 kilometer. Nah, apalagi kalau yang berangkat itu perempuan maka di perjalanan yang jauh ini (suka) mabuk kendaraan. Kemudian ketika sampai di Garut, ini perlu istirahat dulu masalahnya. Itu jadi terkendala oleh akses  permasalahan yang datang ke Garut capek. Jadi tidak bisa, ketemu langsung dilakukan transfusi darah atau donor," tuturnya.
 
 
Heri berharap dengan Gerakan Dordar digagasnya itu, Kecamatan Cisewu bisa memberikan pelayanan dan pertolongan berkaitan program kemanusiaan.***(zainulmukhtar)
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Jumat, 26 November 2021 | 20:00 WIB

8.000 Guru Honorer di Garut Masuk Dapodik

Kamis, 25 November 2021 | 22:26 WIB

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB

Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
X