Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari fraksi PDIP, Yoga Setiawan mengancam akan melaporkan Sekdis DKPP ke aparat penegak hukum

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari fraksi PDIP, Yoga Setiawan
 
INILAH, Cirebon - Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari fraksi PDIP, Yoga Setiawan mengancam akan melaporkan Sekdis Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, ke Aparat Penegak Hukum (APH). Apa sebabnya?
 
Sekdis DPKPP, Adil Prayitno dinilai telah menyalahgunakan jabatan sebagai Sekdis. Hal itu berkaitan dengan masalah Pokir yang sudah di infut DPKPP, tiba-tiba hilang begitu saja.
 
Yoga menuding, setelah pihaknya melakukan penelusuran dari berbagai pihak  ternyata kuat dugaan, yang menghilangkan Pokir dewan adalah Adil sendiri. Itu dibuktikan, setelah beberapa anggota dewan sudah meng infut Pokir di DPKPP, ternyata kegiatannya tiba-tiba hilang. Dirinya tidak tahu, kemana Pokir tersebut dialihkan kemana.
 
 
"Masalnya kami tidak tahu ada parsial berapa di dinas-dinas terkait perubahan anggaran. Yang jelas anggaran murni tahun ini di DPKPP, memang hilang," kata Yoga, Jumat (26/11/2021).
 
Dugaan yang menghilangkan adalah Adil, karena memang saat itu sedang ada pergantian Adil yang menjadi Plt DPKPP. Kemudian saat angaran perubahanpun, kembali Adil diduga mengatur semua proyek. Tercatat, ada 36 lokus proyek Pokir. Ternyata, hanya beberapa orang saja yang menguasai yang diduga sudah dikondisikan oleh Adil.
 
"Saya sudah punya data valid dan akurat, termasuk dari orang dalam DPKPP. Ternyata, Adil diduga kuat bermain dengan Proyek Pokir. Ini sangat ironis dan menjadi preseden buruk untuk Adil sebagai Sekdis DPKPP," ungkap Yoga.
 
 
Yoga meminta Bupati Cirebon segera melakukan evaluasi kinerja Adil. Terlebih, saat ini yang bersangkutan sedang mengikuti open bidding untuk jabatan Kadis DPKPP. Bahkan Adil juga dinilai sering mengadu domba antara rekanan dengan dewan, terkait masalah paket-paket pekerjaan.
 
"Bupati saya minta harap mempertimbangkan Adil menjadi Kadis DPKPP. Jadi Sekdis saja sering mengadu domba antara kami sebagai dewan dengan rekanan. Jangan sampai nama saya yang sering dikaitkan dengan kegiatan, ternyata malah dinas yang bermain," jelas Yoga.
 
Yoga menambahkan, meskipun memang DPKPP mempunyai kewenangan mengelola pekerjaan, namun setidaknya ada koordinasi dengan pihak dewan, atau dengan penyedia jasa. Terkait temua data, Yoga kembali menyebutkan sudah mengantongi data valid, diberikan kepada siapa saja kegiatan pekerjaan tersebut.
 
 
"Saya tekankan bahwa data, dan pengakuan sudah valid terkait proyek-proyek untuk siapa saja. Mumpung KPK masih disini, secepatnya saya akan berikan laporkan, supaya semuanya bisa dibongkar habis," tukas Yoga.
 
Sayangnya, beberapa kali Adil dihubungi lewat telepon seluler maupun telepon WhatApp, tidak direspon. Begitupun ketika didatangi ke kantornya, tidak berada di tempat.*** (maman suharman)
 
 


Editor : inilahkoran