Banjir Bandung Garut: Ratusan Rumah Terendam, Jembatan Rusak, Belasan Kendaraan Terseret

Banjir bandang Garut mengakibatkan puluhan rumah warga, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya terendam hingga menyentuh atap.

Banjir Bandung Garut: Ratusan Rumah Terendam, Jembatan Rusak, Belasan Kendaraan Terseret
Banjir bandang Garut menerjang Kecamatan Karangtengah dan Sukawening, Sabtu kemarin. Ditengarai, longsor di Desa Cinta menjadi pemicunya.

INILAHKORAN, Garut - Banjir bandang Garut mengakibatkan puluhan rumah warga, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya terendam hingga menyentuh atap.

Setidaknya, satu rumah dan warung bahkan hancur terseret arus. Areal kolam ikan dan persawahan pun rusak tersapu banjir. Beberapa unit kendaraan roda empat dan roda dua pun rusak terseret banjir bandang hingga beberapa puluh meter.

Sejumlah perkampungan terdampak banjir bandang tersebut antara lain Desa Cinta, Cintamanik, dan Desa Caringin di Kecamatan Karantengah. Sedangkan, di Kecamatan Sukawening itu Desa Mekarwangi, Sukawening, Mekarhurip, Sukamukti, Mekarluyu, dan Desa Depok menanggung akibatnya.

Baca Juga: Banjir Bandang Garut Dipicu Longsor di Desa Cinta dan Cintamanik

Warga terdampak banjir sempat mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat aman menghindari kemungkinan kejadian lebih buruk.

Ada sebanyak 200 KK terdampak di Kecamatan Karangtengah dengan 53 KK setara 220 jiwa di antaranya mengungsi. Sedangkan, di Kecamatan Sukawening terdapat sebanyak 112 KK setara 317 jiwa terdampak dengan 15 KK setara 65 jiwa di antaranya mengungsi.

Terkait kerugian material akibat banjir bandang yang terhimpun di Karengtengah antara lain sebanyak lima jembatan rusak, satu unit kendaraan roda empat, dua unit kendaraan roda dua, serta hektaran areal pertanian.

Baca Juga: Banjir Bandang Karang Tengah, Curah Hujan Masih Tinggi, Pak Camat Tunggu Bantuan BPBD

Sedangkanm di Kecamatan Sukawening antara lain sebanyak tiga unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, 107 unit rumah rusak ringan, dua tempat ibadah terendam, satu fasilitas kesehatan terendam, dua tembok penahan tanah sayap bendungan rusak, tiga tempat usaha heler terendam, jalur pipa air bersih sepanjang seribu meter hanyut, tiga jembatan terdampak, lima unit kendaraan roda dua hanyut, satu unit kendaraan roda dua terdampak, satu unit kendaraan roda empat terdampak, akses jalan sepanjang 200 meter terdampak, 60 unit kolam tambak, dan seratus hektare areal sawah rusak.

"Banjir menimpa daerah kita sebenarnya limpasan dari kejadian di Caringin Karangtengah yang ada di daerah atas. Tapi kita bersyukur tak ada korban maupun kerusakan rumah. Hanya rumah warga yang memang berada dekat sungai sempat terendam sampai satu meter sekitar dua jam," kata Kepala Desa Mekarwangi Sukawening Sani, Minggu 28 November 2021.

Dia menyebutkan, di Mekarwangi sendiri ada sebanyak 38 rumah penduduk dan satu bangunan mushola terendam banjir. 

Baca Juga: Baru Saja Banjir Bandang Terjang Karang Tengah Garut, Rumah Warung Hancur, Mobil Hanyut

Menyusul banjir bandang menerjang Karangtengah dan Sukawening, pihak Dinas Sosial Garut mengirimkan bantuan natura bagi warga terdampak.

"Kita sudah kirimkan bantuan ke Karangtengah dan Sukawening tadi malam (Sabtu malam)," kata Kepala Dinas Sosial Garut Aji Sukarmadji didampingi Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dadang Bunyamin.

Aji menyebutkan, bantuan yang dikirimkan ke Sukawening berupa beras 750 kg, mie instan 70 dus, minyak goreng 75 liter, saos 150 botol, kecap 150 botol, makanan anak 75 paket, dan gula putih 75 kg.

Sedangkan, bantuan ke Karangtengah berupa beras 190 kg, mie instan 19 dus, minyak goreng 19 liter, saos 38 botol, kecap 38 botol, kue 19 paket, dan gula putih 19 kg. (Zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran