Buntut Anggota GMBI Tewas di Karawang, Ormas yang Diduga Terlibat Terancam Bubar?

Pemkab Karawang berencana mengevaluasi ormas yang diduga terlibat atas tewasnya anggota GMBI, belum lama ini.

Buntut Anggota GMBI Tewas di Karawang, Ormas yang Diduga Terlibat Terancam Bubar?
Lokasi pengeroyokan terhadap anggota GMBI di Karawang.

INILAHKORAN, Bandung- Pemkab Karawang berencana mengevaluasi organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang diduga terlibat atas meninggalnya anggota Gerakan Masyarakat Bawah (GMBI), belum lama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota GMBI, Achmad Sudir tewas dengan banyak luka bacokan di Karawang, Rabu 24 November 2021.

Achmad Sudir, anggota GMBI itu merengang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum dari salah satu ormas di Karawang.

Sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, nyawa Achmad Sudir yang merupakan warga asal Rembang, itu tak tertolong karena kehilangan banyak darah.

Baca Juga: Ini Imbauan Ketum GMBI Fauzan Rachman Usai Satu Anggotanya Tewas Dikeroyok di Karawang

Peristiwa nahas, itu terjadi di jalan Interchange Karawang Barat, Rabu 24 November 2021 siang WIB.

Selain menewaskan Achmad Sudir, peristiwa bentrokan itu membuat satu unit mobil Honda Brio nopol S 1724 BB rusak parah dan beberapa orang mengalami luka-luka.

Pemerintah Kabupaten Karawang berencana mengevaluasi organisasi kemasyarakatan yang terlibat bentrokan yang mengakibatkan korban jiwa beberapa waktu lalu.

"Intinya kami akan mengambil langkah-langkah (atas kejadian bentrok ormas)," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, Rujana Ruswana di Karawang, Minggu 28 November 2021.

Baca Juga: Begini Pernyataan Sikap GMBI Usai Satu Anggotanya Tewas Dikeroyok Ormas di Karawang

Rujana Ruswana mengatakan, di antara langkah yang akan diambil ialah dengan melakukan evaluasi. Karena pihaknya berwenang melakukan pembinaan terhadap ormas yang ada di daerahnya.

Meski berencana melakukan evaluasi, Rujana Sujana tidak menyebutkan langkah selanjutnya jika hasil evaluasi terdapat temuan-temuan dugaan disfungsi ormas.

Disampaikan, hingga saat ini jumlah ormas yang terdaftar di Karawang mencapai 600 ormas. Namun dari 600 ormas yang terdaftar itu, hanya sekitar 270-an ormas yang teregister.

Menurut dia, secara umum ormas itu dibentuk atas partisipasi masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah/nasional. Karena itulah pihaknya setiap tahun menyalurkan bantuan operasional untuk ormas.

Baca Juga: GMBI Kota Bandung Gelar Vaksinasi Covid-19 di RS Immanuel

Sementara itu, Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Elkines Vilando DK saat kunjungan kerja ke Karawang menyampaikan agar ke depannya keberadaan LSM/Ormas di Karawang yang melakukan aksi anarkis perlu dikaji kembali.

"LSM itu lembaga swadaya masyarakat, lalu kenapa melakukan penganiayaan dan anarkis? Itu sudah diluar konteks LSM," katanya.

Ia mengatakan, perbuatan anarkis dan melakukan provokasi yang membuat Karawang tidak aman itu bukanlah ciri khas LSM.

Baca Juga: Perangi Corona, GMBI Serentak Sebar Spanduk

Dalam ketentuan yang berlaku, di antara tujuan LSM atau ormas ialah membantu atau terlibat aktif dalam pembangunan dan perkembangan daerah.

"Jadi aneh ya, kenapa ada penganiayaan oleh LSM, ada provokasi yang membuat Karawang tidak aman," katanya.***


Editor : inilahkoran