Perjuangan JQR Dirikan Dapur Umum di Wilayah Banjir Bandang Garut, Menuju Lokasi Jalan Kaki

JQR mendirikan dapur umum di wilayah terdampak banjir bandang Garut setelah mendapat instruksi dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Perjuangan JQR Dirikan Dapur Umum di Wilayah Banjir Bandang Garut, Menuju Lokasi Jalan Kaki
Sesuai instruksi Gubernur Jabar RIdwan Kamil, JQR mendirikan dapur umum di wilayah terdampak banjir bandang Garut.

INILAHKORAN, Bandung- Jabar Quick Response (JQR) menceritakan perjuangan anggotanya mendirikan dapur umum di wilayah banjir bandang Garut.

JQR mendapat banyak rintangan untuk menuju lokasi terdampak banjir bandang Garut.

Mendapat instruksi dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, JQR langsung menyebarkan anggotanya ke dua kecamatan yang terdampak banjir bandang Garut.

“Hingga hari ini untuk mencapai lokasi baru bisa diakses oleh roda dua, sebelumnya harus dicapai dengan berjalan kaki,” ujar Koordinator Kanal Kebencanaan JQR Fayzal Hidayat, Selasa 30 November 2021.

Menurut Fayzal Hidayat, kekuatan logistik dapur umum di wilayah terdampak banjir bandang Garut belum bisa memenuhi kebutuhan selama tiga hari ke depan.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Banjir Bandang Garut, Tri Rismaharini Bantu Pemkab Dirikan Lumbung Sosial

Akhirnya, lanjut Fayzal Hidayat, JQR berkolaborasi dengan pihak donatur seperti Baznas Provinsi Jawa Barat dan JNE untuk membantu korban terdampak banjir.

ntuk tenaga di lapangan JQR juga dibantu oleh relawan dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Garut.

“Untuk kemanusiaan, JQR terbuka berkolaborasi dengan banyak pihak, baik untuk bantuan maupun operasi lapangan,”ucapnya.

Dalam melakanakan operasi kebencanaan,melakukan pengumpulan data dan peninjauan langsung menjadi hal yang penting bagi JQR.

Baca Juga: Yang Lain Duga Banjir Bandang Garut karena Alih Fungsi Lahan, Rudy Gunawan Bilang Bukan!

"Dengan data yang kami kumpulkan kami dapat melaksanakan tugas secara tepat dan terukur," ujar Fayzal.

Seperti temuan terbaru oleh tim di lokasi, dimana tanah longsor dan krisis air bersih juga menjadi ancaman bagi warga.

Pasalnya desa itu berada di daerah pegunungan yang curam dan saluran utama air bersih warga putus tertimpa longsoran.

Baca Juga: Banjir Bandang Garut, Diduga Kuat Alih Fungsi Lahan Milik 'Pejabat' Jadi Penyebabnya...

“Air bersih juga menjadi masalah yang timbul setelah bencana banjir, kami akan upayakan untuk bantuan, untuk sementara saat ini telah kami kordinasikan dengan BPBD, PDAM dan PUPR,” tutupnya.*** (Riantonurdiansyah)


Editor : inilahkoran