KPK Dalami Aliran Uang Dugaan Korupsi PUPR Kota Banjar

Dalami alirang uang korupsi, KPK Kembali memeriksa tiga orang saksi dalam kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Kota Banjar.

KPK Dalami Aliran Uang Dugaan Korupsi PUPR Kota Banjar
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (antara)

 

INILAHKORAN, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pengaturan proyek dan aliran uang dalam kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar, Jawa Barat, Tahun 2012-2017.

Sebanyak tiga orang saksi kembali dipanggil KPK, yakni Irman Darmawan selaku Direktur PT Bangun Pilar Patroman, Anry Suryawan selaku Ka Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Banjar Tahun 2020, dan Rahmat Wardi selaku Direktur CV Prima. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa 11 November 2021.

Ketiga saksi hadir dan didalami keterangannya, antara lain terkait dugaan pengaturan proyek dan aliran sejumlah uang untuk pihak terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu 1 Desember 2021.

Baca Juga: KPK Panggil Mantan Ketua Gapensi Kota Banjar, Ada Apa?

KPK juga memanggil seorang saksi lainnya pada Selasa (30/11), yaitu Andri selaku Direktur CV Renata.

"Informasi yang kami terima, yang bersangkutan telah meninggal dunia," ucap Ali.

Selain itu dalam penyidikan kasus tersebut, KPK pada Rabu memanggil empat saksi, yakni Hauran selaku Direktur CV Gayam, Budi selaku Direktur CV Puncak Asih, Joko selaku Direktur CV Sumiaji, dan Bayu selaku Direktur CV Sinar.

Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan di Gedung KPK, Jakarta.

Baca Juga: Terkait Proyek Dinas PUPR, KPK Panggil Sekda Kota Banjar

KPK saat ini belum dapat menginformasikan secara menyeluruh konstruksi perkara dan siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus Dinas PUPR Kota Banjar.

Sebagaimana kebijakan pimpinan KPK saat ini bahwa untuk publikasi konstruksi perkara dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pada saat telah dilakukan upaya paksa baik penangkapan maupun penahanan terhadap para tersangka.

Terkait pengumpulan bukti, tim penyidik KPK juga telah menggeledah beberapa lokasi dengan mengamankan berbagai dokumen yang terkait kasus proyek infrastruktur di Kota Banjar tersebut. *** (Ahmad Sayuti)


Editor : inilahkoran