• Senin, 24 Januari 2022

Pemkab Garut Percepat Masa Tanggap Darurat Banjir Bandang

- Senin, 6 Desember 2021 | 16:10 WIB
Masa tanggap bencana banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening dipercepat, dan kini masuk dalam tahapan pasca bencana.  (Zainul Mukhtar)
Masa tanggap bencana banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening dipercepat, dan kini masuk dalam tahapan pasca bencana. (Zainul Mukhtar)

INILAHKORAN, GarutPemkab Garut mempercepat masa tanggap bencana banjir bandang yang terjadi di Karangtengah dan Sukawening.

Pemkab Garut bahkan mempercepatnya dan memastikan saat ini penanganan bencana alam banjir bandang tersebut memasuki tahapan pascabencana. Sebelumnya, Pemkab Garut menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir bandang Karangtengah dan Sukawening berlangsung hingga 11 Desember 2021.

"Insya Allah, sekarang ini kita tidak memperpanjang tanggap darurat karena beberapa tempat sekarang sudah dalam rangka rekonstruksi. Tinggal satu desa yang perlu mendapatkan perhatian kita, Desa Cintamanik yang ada di Kecamatan Karangtengah. Itu yang agak mendapatkan perhatian karena harus ada infrastruktur yang dibuat," kata Bupati Garut Rudy Gunawan saat meninjau lokasi banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening,  Minggu 5 Desember 2021.

Dia memastikan lokasi bencana tersebut akan masuk fase pascabencana. Sehingga pihaknya akan segera melakukan beberapa perbaikan dan  pengerukan. Juga, ada beberapa sodetan yang perlu dilakukan lakukan perbaikan-perbaikan.

Menurut Rudy, saat ini, ketersediaan air di lokasi bencana sudah tercukupi karena sebelumnya dirinya telah menugaskan Direktur Utama Perusahan Umum Daerah Air Minum Tirta Intan untuk menyelesaikan permasalahan air di Kecamatan Sukawening.

”Kita bahkan telah memberikan bantuan uang sebesar Rp1 juta bagi warga untuk membersihkan masing-masing rumahnya melalui program cash for work,” ujarnya.

Rudy menyebutkan, pihaknya akan memberikan dana maksimal Rp50 juta bagi penyintas bencana yang rumahnya hanyut saat banjir bandang terjadi. Dia juga akan memberikan kompensasi kepada pemilik sawah di lokasi bencana sebesar Rp5 juta per hektare.

Ditambahkannya, pihaknya pun akan melakjukan asesmen mengenai penyebab bencana banjir bandang di kedua kecamatan itu terjadi, dan bagaimana langkah perbaikannya ke depan. *** (Zainul Mukhtar)

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Tangsel Sabtu 22 Januari 2022

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:56 WIB

Jadwal SIM Keliling Karawang Sabtu 22 Januari 2022

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:04 WIB
X