• Rabu, 26 Januari 2022

Polres Sukabumi Ungkap Sindikat Pemalsu Sertifikat dan Dokumen Kependudukan

- Selasa, 7 Desember 2021 | 22:30 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengungkap sindikat pemalsu sertifikat tanah,  (antarafoto)
Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengungkap sindikat pemalsu sertifikat tanah, (antarafoto)

INILAHKORAN-Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengungkap sindikat pemalsu sertifikat tanah, akta jual beli dan dokumen kependudukan di Kampung Pasirgabig, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Pada kasus ini kami berhasil menangkap lima tersangka berinisial AM (39,) HMK (63), YAW (54), SK (48), dan MN (21) di Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar. Para tersangka ini mempunyai perannya masing-masing dalam menjalankan aksinya yang menyebabkan korban merugi hingga Rp1,4 miliar," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah di Sukabumi, Selasa 7 Desember 2021.

Menurut Dedy, para tersangka ini sudah menjalani aksinya sejak Februari 2021. Adapun modusnya menjual sebidang tanah milik orang lain dengan luas sekitar 14.329 meter persegi korban berinisial HJD dengan menggunakan sertifikat tanah palsu.

Baca Juga: Gelandang Chelsea Mateo Kovacic Positif Covid-19 Jelang Pertandingan Liga Champions

Agar aksi jahatnya tidak dicurigai oleh korbannya, lima tersangka bersama satu pelaku lainnya yang masih buron mencetak sertifikat tanah palsu tersebut dengan kualitas hampir mirip dengan yang aslinya.

Untuk melengkapi persyaratan jual beli lainnya agar modusnya berjalan dengan lancar, sindikat ini pun memalsukan seluruh dokumen kependudukannya seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga.

Setelah seluruh persyaratan lengkap, sindikat ini pun mulai melancarkan aksinya agar korbannya percaya dan mau membeli tanah yang ditawarkannya. Melihat harga yang ditawarkan cukup murah dan seluruh dokumennya lengkap, HJD pun mau membeli tanah yang ditawarkan para tersangka dengan nilai Rp1,4 miliar.

Baca Juga: Swiss Kerahkan 2.500 Tentara Atasi Lonjakan Covid-19

Namun, saat korban memeriksa dokumen kependudukan dan kepemilikan tanah tersebut semuanya palsu. Ternyata tanah seluas 14.329 meter persegi yang berada di Kecamatan Cikembar milik orang lain dan nama pemilik tanah yang tercatat dalam sertifikat asli bernama Nurhayin Aziz.

"Aksi penipuan dengan modus memalsukan sertifikat tanah, AJB dan dokumen kependudukan yang dilakukan sindikat ini cukup profesional. Hingga saat ini kami masih mengembangkan kasus tersebut karena tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya," tambahnya.

Dedy mengatakan dari tangan tersangka pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa sertifikat tanah, AJB dan dokumen kependudukan palsu serta mengejar seorang tersangka lainnya yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Akibat perbuatan yang menyebabkan korban merugi hingga lebih dari satu miliar rupiah kelima tersangka dikenakan pasal 264 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkes Cianjur Masih Fokus Vaksinasi Anak dan Penguat

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:30 WIB

Pemkab Garut SIapkan Dokter Spesialis di RS Malangbong

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:15 WIB

Polisi Ringkus Enam Pelaku Tawuran di Kota Cirebon

Selasa, 25 Januari 2022 | 20:45 WIB

Jadwal SIM Keliling Cimahi Selasa 25 Januari 2022

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:10 WIB

Rudy Suntik Dewan Kesenian Garut Rp1 Miliar

Senin, 24 Januari 2022 | 22:30 WIB
X