Minim Armada, DLH Kabupaten Cirebon Kewalahan Angkut Sampah

Minimnya armada pengangkut sampah di Kabupaten Cirebon, menjadi kendala Pemkab Cirebon mengatasi sampah yang dihasilkan masyarakat setempat.

Minim Armada, DLH Kabupaten Cirebon Kewalahan Angkut Sampah
Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan, Fitroh Suharyono
INILAHKORAN, Cirebon - Minimnya armada pengangkut sampah di Kabupaten Cirebon, menjadi kendala Pemkab Cirebon mengatasi sampah yang dihasilkan masyarakat setempat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku kewalahan mengangkut sampah.
 
Tercatat, dalam sehari DLH hanya mampu mengangkut sampah sebanyak 150 ton saja. Sedangkan sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya mencapai 1.320 ton. Hal tersebut diparah dengan jumlah armada yang  hanya 39 unit saja. Untuk itu, masih butuh banyak armada agar pengangkutan sampah bisa maksimal.
 
Demikian dikatakan Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan, Fitroh Suharyono, Sabtu (15/1/2002) ketika dihubungi lewat telepon seluler. Menurutnya, dengan jumlah armada yang hanya 39  unit tersebut, sangat tidak mungkin bida mengangkut srmua sampah setiap harinya.
 
 
“Kita saat ini punya armada hanya 39 unit. Jumlah tersebut sangat tidak mencukupi untuk bisa mengangkut peredaran sampah di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
 
Ia menjelaskan, idealnya jumlah armada di setiap kecamatan minimalnya tersedia 2 unit. Sehingga pengangkutan bisa dilakikan secara maksimal. Yang terjadi saat ini, dari jumlah kecamatan yang ada saja masih kurang. Sehingga DLH pun hanya bisa melakukan pengangkutan di titik-titik tertentu saja.
 
“Pembagiannya kita mengutamakan yang prioritas saja. Contoh yang kita prioritaskan itu untuk desa. Mereka maun tidak mau harus sudah bergerak mengelola sampah,” jelas Fitroh.
 
 
Kalau desa hanya meminta diangkut, sementara kesiapan mereka dalam mengelola sampah belum berjalan, jangan harap akan diprioritaskan. Fitroh menjelaskan lebih detail bagi desa yang sudah terbentuk kelompok kerja (Pokja) dan memiliki sarana prasarananya, dipastikan mendapatkan perhatian lebih dalam pengangkutan. 
 
“Kalau desanya sekadar meminta tolong untuk pengangkutan sampah yang numpuk, ya nanti dulu,” ungkap 
 
Saat ini lanjutnya, sudah ada 50 sampai 70 desa se-Kabupaten Cirebon yang mulai bergeliat dalam pengelolaan sampah. Hanya saja, sejauh ini menurutnya masih belum menyeluruh. Hitungannya mayoritas masih di satu blok saja. 
 
 
“Kalau yang sudah menyeluruh ada Desa Bode Lor. Setu Wetan. Yang lainnya, paling hanya di satu blok saja,” tukasnya. (maman suharman)***


Editor : inilahkoran