SBMI Indramayu Dampingi Keluarga Korban Proses Hukum Dugaan Perekrutan PMI Ilegal

- Senin, 24 Januari 2022 | 21:27 WIB
SDMI Indramayu melakukan pendampingan proses hukum keluarga korban dugaan perekrutan PMI ilegal. (Antara)
SDMI Indramayu melakukan pendampingan proses hukum keluarga korban dugaan perekrutan PMI ilegal. (Antara)

 

INILAHKORAN, Indramayu - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu akan mendampingi keluarga untuk memproses hukum perekrut calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang mengalami insiden kapal terbalik di Perairan Pontian Besar Johor, Malaysia, beberapa waktu lalu.

"Kami akan melakukan pendampingan untuk proses hukum terhadap oknum yang melakukan perekrutan terhadap calon pekerja migran ilegal yang mengalami kecelakaan laut," kata Plt Ketua SBMI Cabang Indramayu Dasiwan di Indramayu sebagaimana dikutip dari Antara, Senin 24 Januari 2022.

Dasiwan mengatakan Azirah Assyaatul Baqiyah dan belasan Calon TKW lainnya yang tenggelam di Perairan Pontian Besar Johor, Malaysia, beberapa waktu lalu diduga menjadi korban perekrutan tidak sesuai prosedur dan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga: Granat Manggis yang Ditemukan Warga Indramayu Dimusnahkan

Oleh karena itu, SBMI Cabang Indramayu akan melakukan pendampingan untuk proses hukum terhadap oknum yang melakukan perekrutan tersebut.

Ia melanjutkan perekrut calon pekerja migran ilegal dalam insiden kapal terbalik itu terancam Pasal UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana minimal 3 tahun maksimal 15 tahun kurungan dan denda Rp120 juta.

"Selain itu juga bisa terancam Pasal 81 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman sanksi pidana maksimal 10 tahun dan denda Rp15 miliar," tuturnya.

Baca Juga: Sebanyak 29 Warga Binaan Lapas Indramayu Mendapatkan Asimilasi di Rumah

Sementara ibu dari pekerja migran ilegal Azirah Assyaatul Baqiyah, Warnengsih (42) mengatakan akan membawa kasus yang menimpa anaknya ke ranah hukum, agar kasus yang dialami anak pertamanya tidak lagi terulang dan dialami oleh calon pekerja lainnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat Jadwal SIM Keliling Depok 6 Juli 2022

Rabu, 6 Juli 2022 | 07:10 WIB

Jadwal SIM Keliling Tangsel 6 Juli 2022

Rabu, 6 Juli 2022 | 06:10 WIB

Jadwal SIM Keliling Garut Rabu 6 Juli 2022

Rabu, 6 Juli 2022 | 04:45 WIB

Jadwal SIM Keliling Depok Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:10 WIB

Cek Jadwal SIM Keliling Garut Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 05:10 WIB
X