• Selasa, 5 Juli 2022

Soal Baliho Habib Rizieq dan Tragedi KM 50, Refly Harun: Sebagian Masyarakat Merasa Tak Puas

- Selasa, 8 Februari 2022 | 11:09 WIB
baliho tragedi KM 50 (istimewa)
baliho tragedi KM 50 (istimewa)
INILAHKORAN, Garut- Terkait pemasangan baliho bergambar Habib Rizieq Syihab (HRS) dan enam anggota Laskar FPI korban kasus KM 50 beberapa waktu lalu di Pamekasan Madura, pemasangan baliho serupa marak di sejumlah daerah di Jawa Barat viral di media sosial.
 
Pemasangan baliho berukuran besar bernarasi sama menuntut adanya pengusutan tuntas kasus KM 50 dan penegakan hukum secara adil itu viral di media sosial. 
 
 
Tak tertinggal, warga Tanjung Priok DKI Jakarta juga melakukan hal sama. Dalam potongan videonya diunggal di channel youtube, mereka meminta Pemerintah menangkap dan mencari otak pembantaian tragedi KM 50.
 
 
Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun melalui akun channel youtube-nya diunggah pada Selasa (8/2/2022) menilai, maraknya pemasangan baliho bergambar HRS dan KM 50 di sejumlah daerah kemungkinan karena adanya sebagian masyarakat atau komponen rakyat merasa tidak puas atas proses pengusutan dan pengadilan kasus KM 50 yang menewaskan sebanyak enam anggota Laskar FPI itu. 
 
"Hukum bicara tiga hal. Kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Jadi, kalau sebuah hukum dianggap tidak berkeadilan maka masyarakat akan tetap mempertanyakannya," katanya.
 
Menurut Refly, ada situasi tidak imbang dalam proses pengungkapan kasus KM 50 karena semua saksi meninggal dunia, enam orang meninggal dunia. Soalnya adalah sense of justice, rasa keadilan. 
 
 
Kendati prosesnya belum selesai, masyarakat sudah menduga apapun yang diputuskan pengadilan hari ini maka yang terkena hanya dua orang terdakwa anggota polisi itu saja.
 
Bahkan dari dua orang itu hanya satu orang berpotensial dihukum berat karena yang satunya hanya berperan sebagai sopir.

"Harusnya ada pihak lain ikut bertanggung jawab. Semacam master mind. Mereka tak percaya pelakunya hanya orang lapangan yang saat ini sedang diproses. Ada semacam tanggung jawab komando. Ini yang tak terlihat dalam persidangan KM 50. Apalagi ada versi lain disampaikan TP3 (Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan laskar FPI) melalui buku putihnya," ujar Refly.(zainulmukhtar)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Depok Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 06:10 WIB

Cek Jadwal SIM Keliling Garut Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 05:10 WIB

Jadwal SIM Keliling Bogor Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 04:45 WIB
X