Antisipasi Penyebaran Infeksi PMK, Wabup Garut Instruksikan Diskanak Beri Disinfektan untuk Peternak

Antisipasi penyebaran infeksi PMK, Wabup Garut Helmi Budiman beri instruksi khusus untuk Dinas Perikanan dan Peternakan.

Antisipasi Penyebaran Infeksi PMK, Wabup Garut Instruksikan Diskanak Beri Disinfektan untuk Peternak
Diskanak Kabupaten Garut Diimbau Helmi Budiman segera cairkan dana untuk peternak membeli disinfektan.

INILAH, Garut- Mengantisipasi meluasnya penyebaran infeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan di Kabupaten Garut, Wabup Garut Helmi Budiman menginstruksikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut segera mencairkan biaya tak terduga (BTT) untuk pemberian disinfektan kepada seluruh peternak sapi di Garut.

Dia juga meminta agar tidak ada lalu lintas hewan di kandang-kandang ternak untuk menghindari penyebaran PMK antarternak.

Karena itu pula, terhadap hewan ternak yang datang dari luar ke Kabupaten Garut dilakukan penyekatan dan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Heboh! Netizen Keluhkan Harga Kafe Baru Raffi Ahmad yang Dinilai Mahal

"(Hewan ternak) dari Jawa misalnya, harus diperiksa. Nanti kan harus bawa surat keterangan sehat, surat keterangan kesehatan hewan. Jadi kalau bawa itu, karena itu dikeluarkan oleh pemerintah setempat atau dari dokter (hewan) setempat, itu bisa jalan. Tapi kalau tidak, ini tidak boleh," kata Helmi saat melakukan pengecekan hewan ternak di Desa Kandangmukti, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Kamis 12 Mei 2022.

Dia menghimbau pemotongan hewan ternak yang sakit agar dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Hal itu penting supaya bisa diawasi dan diketahui langsung dokter hewan mengenai bagian mana saja dari hewan bersangkutan yang dinyatakan aman dan boleh dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga: Resmi Permanenkan Philippe Coutinho, Aston Villa Rogoh Kocek Segini

Helmi menyebutkan, sampai saat ini, ada sebanyak 381 ekor hewan ternak sapi tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Garut terinfeksi PMK. Sedikitnya 13 ekor sapi akibat infeksi PMK itu mati.

Sebanyak lima ekor di antaranya mati karena terinfeksi, dan delapan ekor lainnya karena harus dipotong paksa.

Populasi sapi di Kabupaten Garut sendiri mencapai sekitar 17.000 ekor.

Helmi mengatakan, gejala penyebaran PMK di Garut terlihat pada Idul Fitri 1443 H.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta Jumat 13 Mei 2022

"Ini sebenarnya sudah banyak penyembuhan. Di awal itu diperiksa oleh dinas (Disnakan). Itu gejala mulutnya sangat kentara. Kemudian kakinya meleleh, terus dari kaki kukunya juga. Nah, sekarang, saya lihat sudah pada sembuh. Tinggal tadi, yang kaki, yang di mulut. Tinggal sedikit," ujarnya.

Berkaitan kasus penyebaran PMK tersebut, lanjut Helmi, pihaknya maupun Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah mengusulkan agar statusnya dinyatakan sebagai keadaan darurat. Sebab peristiwa tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Garut melainkan di beberapa kabupaten lain juga.***(zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran