110 Calon Pengantin di Garut Ikuti Bimbingan Pra Nikah Cegah Stunting

Sebanyak 110 pasangan calon pengantin (catin) di Kecamatan Garut Kota mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin) Pra Nikah

110 Calon Pengantin di Garut Ikuti Bimbingan Pra Nikah Cegah Stunting
110 pasangan calon pengantin (catin) di Kecamatan Garut Kota mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin) Pra Nikah digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut di Islamic Center Garut Kecamatan Garut Kota, Rabu (18/5/2022).

INILAHKORAN, Garut- Sebanyak 110 pasangan calon pengantin (catin) di Kecamatan Garut Kota mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin) Pra Nikah digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut di Islamic Center Garut Kecamatan Garut Kota, Rabu (18/5/2022).


Materi diberikan selain bagaimana cara membina rumah tangga, tentang kesehatan reproduksi keluarga, dan meningkatkan perekonomian keluarga, juga disosialisasikan seputar pentingnya penurunan stunting pada anak.


Pemateri pada Binwin Pra Nikah Angkatan ke-1 tersebut berasal dari unsur fasilitator dari Kemenag Garut, juga unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, serta Dinas Pendidikan Garut.

Baca Juga: Ngeri! Penyidik Sebut Kecelakaan Pesawat China Eastern Disengaja


"Mudah mudahan saja nanti ke depan melahirkan keluarga-keluarga yang kuat dalam mempertahankan rumah tangganya. Sehingga akan tercapai namanya keluarga sakinah mawaddah warrahmah," tutur Kepala Kantor Kemenag Garut Cece Hidayat.

 

Dia berharap  melalui Binwin maka para catin akan diberikan pemahaman bagaimana cara mempersiapkan diri menjelang pernikahan, persiapan menjelang memiliki anak, sampai dengan proses kehamilan, dan menjaga gizi anak.


Dengan demikian, stunting tidak akan terjadi jika rumah tangga ini benar-benar kokoh.
"Kokoh dalam artian ilmu rumah tangganya diperoleh, juga kehidupan ekonomi terjaga dengan baik. Tidak ada stunting kalau mereka sudah siap perencanaan pernikahan," yakin Cece.

Baca Juga: Ada Drama Korea Baru, Pemerannya Yoon Kye Sang dan Jung Ryeo Won, Ceritanya Bakalan “Pecah”


Dikatakannya, Binwin pada tahun ini dialokasikan untuk sebanyak 4.700 orang catin. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sebanyak 3.500 orang.
Ditargetkan sebanyak 1.838 pasang catin se-Kabupaten Garut dapat mengikuti Binwin tersebut. Pelaksanaannya sendiri berjenjang sesuai jadwal dari kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan.


Senada dikemukakan salah satu pemateri dari Dinas Kesehatan Garut, Kepala Bidang Kesehatan Tri Cahyo Nugroho.


Menurutnya, Binwin sangat penting dilakukan karena calon ibu dan calon bapak harus memiliki wacana serta pengetahuan yang baik tentang bagaimana kehidupan berumah tangga yang sehat. Termasuk pengetahuan seputar reproduksi untuk mencegah kematian ibu melahirkan, kematian anak baru melahirkan, dan stunting.

Baca Juga: Amalan Pemadam Amarah Allah SWT, Ustadz Hanan Attaki: Viral di Langit


"Harapannya, calon pengantin itu mengetahui hal-hal terkait pola asuh kehamilan yang sehat, pola asuh pada bayi yang sehat, agar terhindar dari kematian ibu, kematian bayi, dan stunting di Kabupaten Garut," ujarnya.


Salah seorang catin Indrawati (26) menyatakan kegembiraannya bisa mengikuti Binwin digelar Kemenag itu.


"Sangat menyenangkan ya ! Jadi ada persiapan buat kita ke depannya bagaimana. Mengenai ilmu rumah tangga itu bagaimana. Soalnya kalau ilmu rumah tangga itu, enggak ada di sekolah," kata catin berencana melangsungkan pernikahannya pada 28 Mei 2022 itu.(zainulmukhtar)***


Editor : inilahkoran