PPKM di Garut Kembali Turun ke Level 1

Setelah sempat berada di level 2 masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali, Kabupaten Garut

PPKM di Garut Kembali Turun ke Level 1
PPKM di Garut Kembali Turun ke Level 1


INILAHKORAN, Garut-Setelah sempat berada di level 2 masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali, Kabupaten Garut kembali turun ke level 1 masa perpanjangan PPKM di Jawa dan Bali hingga 6 Juni 2022.


Hal itu dipastikan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level  1 Covid-19 di Jawa dan Bali.


Selain Garut, ada sebanyak 14 kabupaten/kota di Jawa Barat berada di PPKM level 1.
Disebutkan dalam Inmendagri ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Muhammad Tito Karnavian itu,  Kabupaten Garut bisa turun ke Level 1 karena telah memenuhi salah satu indikator yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Bupati Imron Minta SKPD Serius Tangani Program Kemiskinan di Cirebon

Yaitu capaian total vaksinasi dosis 2 minimal sebesar 70 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun minimal sebesar 60 persen.


Keterangan Koodinator Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut Muksin, Selasa (24/5/2022), berdasarkan data Dinas Kesehatan Garut, capaian vaksin Covid-19 dosis 1 di Garut per 22 Mei 2022 mencapai sebesar 93,6 persen setara 1.851.694 orang dari total sasaran sebanyak 1.977.913 orang. Sedangkan capaian dosis 2 sebesar 84,06 persen setara 1.662.432 orang, dan dosis 3 sebesar 32,5 persen setara 643.101 orang.


Pada perpanjangan PPKM Level 1 tersebut, ada beberapa kebijakan yang mengalami perubahan salah satu contohnya adalah penerapan Work From Office pada sektor non esensial diberlakukan maksimal seratus persen, dengan syarat pegawai sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Baca Juga: Muhammad Farhan : 2 Nama Baru Layak Digodok NasDem Suksesor Capres 2024


Tempat ibadah seperti Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 1 dengan maksimal seratus persen kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama.


Menindaklanjuti perpanjangan PPKM Jawa - Bali ini, Pemkab Garut menerbitkan Instruksi Bupati Garut Nomor KS.02.05/2125/BKD tentang Perpanjangan Pengendalian Penyebaran Covid-19 melalui Protokol Pembatasan Kegiatan Perkantoran di Lingkungan Pemkab Garut.
Disebutkan, kegiatan perkantoran (WFO) bagi aparatur sipil negara (ASN) kembali menjadi menjadi seratus persen.

Dengan syarat, wajib sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar kerja, dengan tetap melaksanakan kegiatan apel rapat, serta kegiatan lainnya secara digital.(zainulmukhtar)***


Editor : inilahkoran