Eks Teroris di Cirebon Diajarkan Budidaya Ikan

Para eks teroris di Cirebon diajarkan cara Budidaya Ikan di Aula UPT Balai Benih Ikan Air Tawar Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Eks Teroris di Cirebon Diajarkan Budidaya Ikan
Para eks teroris di Cirebon diajarkan Budidaya Ikan.

INILAHKORAN, Cirebon - Para eks teroris di Cirebon diajarkan cara Budidaya Ikan di Aula UPT Balai Benih Ikan Air Tawar Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Dalam program itu, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan (DKPP) setempat dipercaya menjadi mentor untuk Budidaya Ikan dalam pembinaan eks teroris di Cirebon tersebut.

"Kita dipercaya Densus 88 untuk melakukan pembinaan eks teroris di Cirebon. Sesuai dengan bidang garapannya, pembinaan di lingkungan DKPP diberikan dengan melakukan Budidaya Ikan air tawar. Terdapat sebanyak 16 orang yang dititipkan," kata Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Abraham Mohamad, Senin 30 Mei 2022.

Baca Juga: Gara-gara Pakai Knalpot Bising, Dua Pemuda Kena Teguran Kapolsek Cikancung

Menurutnya, setelah mereka dibebaskan pihaknya diberikan mandat Densus 88 untuk memberikan pembinaan. Lantaran, selama ini cara berpikir mereka salah sehingga bagaimana supaya nilai-nilai positif terus tertanam. Untuk itu, pihaknya memberi jalan dengan cara pembinaan Budidaya Ikan.

"Pembinaan ini sudah berjalan lebih dari satu tahun. Mereka diajarkan, bagaimana caranya membudidayakan ikan. Semuanya difasilitasi oleh DKPP. Ada sebanyak 6 kolam diberikan untuk digunakan selama proses pelatihan," ungkap Abraham.

Dirinya menjelaskan, dalam pembinaan tersebut, pihaknya membebaskan eks napiter untuk mengikuti pelatihan di UPT Balai Benih Ikan Air Tawar. Mereka diberikan waktu tak terbatas, sampai mereka benar-benar menguasai ilmu Budidaya Ikan. Luas lahannya sendiri mencapai mencapai 4 hektare dan ada 36 kolam ikan yang tersedia.

Baca Juga: Stok Darah di Garut Habis, Pasien Thalasemia Kebingungan Penuhi Kebutuhan Darah

“Kalau disini, mereka masih belajar dan kita berikan fasilitas. Ketika hasil belajar ini bisa dipanen, semua hasilnya kita berikan diberikan untuk mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubnit Densus 88 Satori menjelaskan melalui agenda silaturahmi, diharapkan mantan napiter itu terus memahami keberagaman sehingga pola pikirnya itu, tidak terkotak-kotak. Mereka diharapkan dapat memahami dalam kehidupan itu terdapat perbedaan. Tercatat, di Jawa Barat jumlah mantan napiter sebanyak 170 orang.

"Kami bertanggung jawab untuk terus melakukan pembinaan. Kami tidak hanya mengawasi mereka saja, tapi kami juga bersama dengan yang lain memberikan bimbingan,” ucapnya.

Baca Juga: Kenceng! Selama Jadi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Terima Setoran Hingga Rp7 Miliar

Di Ciayumajakuning ini, kata Satori, sudah ada beberapa eks napiter yang sudah berhasil dan mempunyai produk yang layak untuk dipasarkan. Sebut saja, seperti jahe merah, dan kapsul herbal. Kemudian ada juga yang memiliki warung makan, kedai kebab dan termasuk perbengkelan.

“Kita terus melakukan pembinaan berkala. Hampir setiap satu bulan sekali, pasti kami hadir, datang ke keluarganya,” paparnya.

Baca Juga: Sudah 4 Hari Anak Ridwan Kamil Belum Ditemukan, Basarnas Siap Turunkan Personel Bersertifikat Internasional

Dirinya menambahkan, pembinaan keagamaan pun terus diberikan. Pihaknya menggandeng MUI untuk bersama-sama memberikan pemahaman terkait keagamaan. Termasuk juga dengan menggandeng Kesbangpol.

“Ini bentuk kehadiran negara untuk mereka. Kami juga akan mengajak safari dakwah. Rencananya mau tak ajak ke Gus Baha dalam waktu dekat ini,” tukas Satori. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran