Cukup Satu Pintu, Diskominfo Launcing Program Satu Data

Dalam rangka mendukung agenda pemerintah terkait 'Program Satu Data', Diskominfo akhirnya melakukan launcing Satu Data.

Cukup Satu Pintu, Diskominfo Launcing Program Satu Data
Diskominfo akhirnya melakukan launcing Satu Data. Data ini nantinya akan bersinergis dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS). Satu Data sangat penting dilakukan karena sebagai dasar kebijakan pembangunan di Kabupaten Cirebon.
 
INILAHKORAN, Cirebon - Dalam rangka mendukung agenda pemerintah terkait 'Program Satu Data', Diskominfo akhirnya melakukan launcing Satu Data.
 
Data ini nantinya akan bersinergis dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS).  Satu Data sangat penting dilakukan karena sebagai dasar kebijakan pembangunan di Kabupaten Cirebon.
 
Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno saat menghadiri Launcing Satu Data di Aula Nyimas Gandasari Gedung Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (31/5/2022).
 
 
Menurut Rahmat, misi Satu Data adalah perwujudan pembangunan Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik.
 
'Satu Data ini tujuannya untuk pembangunan Kabupaten Cirebon yang lebih baik, terarah dan tepat sasaran.  Nanti semua data apapun yang ada di Kabupaten Cirebon, pusatnya di Diskominfo," kata Sekda.
 
Rahmat menjelaskan, kenapa Satu Data sangat penting, karena data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Begitupun data yang salah, akan menghasilkan kebijakan yang salah. Sedangkan arahan Presiden Jokowi sudah jelas, tentang pentingnya Satu Data dalam proses pengambilan kebijakan yang tepat.
 
 
"Satu Data yang akurat juga bisa membangun kepercayaan masyarakat maupun dunia internasional. Ini sesuai dengan amanat Perpres nomor 39 tahun 2019 tentang satu data indonesia," jelasnya.
 
Untuk itu, Pemkab Cirebon saat ini sudah menerbitkan Perbup nomor 56 tahun 2020, tentang Satu Data Kabupaten Cirebon. Didalamnya, mengatur tata kelola data lingkup Pemkab Cirebon.  Sedangkan point penting Perbup tersebut adalah,  pengumpulan data yang dilakukan oleh perangkat daerah menjadi dasar kebijakan perencanaan anggaran.
 
"Beberapa  tahapan  sudah kita laksanakan. Kita sudah menetapkan  daftar data dan data prioritas. Lalu alur tata kelola data, penyusunan standar data dan metadata. Ada lagi pengolahan dan penyebarluasan data, serta pengelolaan portal open data dalam website cirebon kab," paparnya.
 
 
Hal yang sama dikatakan Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan. Dirinya menilai, upaya tersebut membutuhkan sinergitas antara BPS , Diskominfo serta semua SKPD.
Sedangkan salah satu data yang memegang peranan penting adalah data kependudukan.
 
"BPS  telah melaksanakan sensus penduduk tahun 2020 dalam rangka mewujudkan satu data kependudukan. Namun, untuk mengumpulkan data akurat lainnya,  yang lebih lengkap terkait data lainnya. Nanti BPS akan melaksanakan sensus penduduk  2020 lanjutan.
 
"Saat ini data kependudukan dikeluarkan oleh BPS dan oleh Disdukcapil.  Nanti ke depan kedua data ini akan disinergikan sehingga menghasilkan data kependudukan yang lengkap dan akurat," ucap Nanan.
 
 
Launcing Satu Data ini tambah Nanan, merupakan open data yang berisi semua data perangkat daerah yang bisa diakses oleh semua perangkat daerah. Dengan demikian, untuk ke depannya, data statistik sektoral yang dikelola oleh Diskominfo yang diperoleh dari semua perangkat daerah dapat dimanfaatkan oleh bps. Begitupun sebaliknya.
 
"Nanti Satu Data bisa diakses di www.cirebonkab.go.id. Nanti ketersediaan dan kualitas data dalam open data tentunya sangat bergantung pada komitmen setiap perangkat daerah. Saya menekankan kepada semua kepala perangkat daerah dan camat untuk aktif dan komitmen dalam mewujudkan Satu Data Kabupaten Cirebon. 
 
Sementara acara launcing Satu Data dihadiri oleh Sekda Kabupaten Cirebon, Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Kepala BPS provinsi dan Kabupaten Cirebon, seluruh Kepala SKPD serta para camat. (maman suharman)***
 
 
 


Editor : inilahkoran