Fisip UMC dan PT Telkom Indonesia Tanam Lima Ribu Mangrove di Kali Betik dan Kali Anyar Losari

Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar aksi penanaman lima ribu pohon mangrove di Losari

Fisip UMC dan PT Telkom Indonesia Tanam Lima Ribu Mangrove di Kali Betik dan Kali Anyar Losari
Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar aksi penanaman lima ribu pohon mangrove di Kali Betik dan Kali Anyar, Ambulu, Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis 9 Juni 2022.

INILAHKORAN.COM,Cirebon- Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar aksi penanaman lima ribu pohon mangrove di Kali Betik dan Kali Anyar, Ambulu, Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis 9 Juni 2022.

Kegiatan yang digelar hasil kerjasama UMC, PT Telkom dan sejumlah Komunitas Pecinta Lingkungan, Grow-up Institute tersebut merupakan bagian dari bentuk dukungan Program Pendampingan Ecowisata PT Telkom Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dekan Fisip, Drs Subhan M.Si, Kepala Biro Humas UM, Ahmad Yusron, M.Si, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Ida Ri'aeni, S.Sos, M.I.Kom, Kepala LPUU UMC, Dr. Sari Laelatul Qodriyah, M.Si, Kepala Publikasi LPPM UMC, Desy Lusiyana, M.Pd serta sekitar 45 civitas akademika Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Klaim Sudah Penuhi Hak-Hak Anak

Dekan Fisip Universitas Muhammadiyah Cirebon, Drs Subhan, M.Si mengungkapkan, hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di air payau, dan dipengaruhi pasang-surut air laut.

Hutan tersebut lanjut Subhan, tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik.

Subhan menegaskan, konsrvasi hutan mangrove merupakan hal penting untuk terus digelorakan bagi kelestarian lingkungan hidup. Terlebih di daerah-daerah telah mengalami kerusakan.

Baca Juga: Pengelola Wisata Diimbau Disparbud Jabar untuk Pantau Terus Kondisi Cuaca

"Konservasi Mangrove penting bagi kelestarian lingkungan hidup. Adapun restorasi mangrove dibutuhkan di wilayah yang telah mengalami kerusakan," ungkapnya di sela kegiatan.

"Jika dilakukan dengan baik, restorasi mangrove tentu bisa meningkatkan keamanan pesisir, perikanan, budidaya perairan dan penyerapan karbon", papar Subhan.

Lebih lanjut Subhan menambahkan, hutan mangrove memiliki dua fungsi yaitu fungsi ekologis dan fungsi ekonomis.

Baca Juga: Polresta Bandung Amankan Pelaku Kasus Penganiayaan di Pabrik Majalaya

Adapun, fungsi ekologis dari hutan mangrove yaitu sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, atau berkembang biak binatang laut.

Selain itu, hutan mangrove dapat berfungsi sebagai stabilisator garis pantai.

Ditempat yang sama, Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Ida Ri'Aeni mengungkapkan, penanaman lima ribu mangrove yang digelar hasil kolaborasi sejumlah pihak, sekaligus bentuk pengabdian kampus kepada masyarakat.

Baca Juga: Usai Punguti Sampah, Polres Bogor pun Tanam Pohon di Hulu Sungai Ciliwung

"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian tugas perguruan tinggi. Kami berusaha berpartisipasi dalam pelestarian alam dengan menanam tembakau di Ambulu ini," jelas Ida Ri'aeni.

Ida berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut melibatkan mahasiswa dan dosen.

Penanaman bakau menjadi hal yang penting dalam menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai dan darat.

Baca Juga: Uni Eropa dan Aprindo Pererat Hubungan Dagang Produk Asal Eropa

Selain itu, manfaat hutan mangrove juga akan membantu manusia dalam mendapatkan iklim dan cuaca yang paling nyaman untuk mencegah bencana alam.***


Editor : inilahkoran