Petani di Cirebon Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

Berdasarkan hasil reses ketiga tahun sidang 2021-2022, DPRD mencatat petani di Cirebon kini harus menghadapi kelangkaan pupuk subdisi.

Petani di Cirebon Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Rudiana mengakui saat ini mayoritas petani di Cirebon mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk subsidi.

INILAHKORAN, Cirebon - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Rudiana mengatakan, saat ini banyak petani di Cirebon mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi.

Rudiana menyebutkan, hal tersebut berdasarkan hasil reses ketiga tahun sidang 2021-2022. Dia menyebutkan, mayoritas petani di Cirebon merasa kesulitan mendapatkan pupuk karena ada kelangkaan pupuk subdisi.

Menurutnya, hal itu menjadi kendala di kalangan para petani di Cirebon. Para petani meminta, agar ada kebijakan pemerintah terkait kemudahan memperoleh akses lantaran sekarang terjadi kelangkaan pupuk subsidi.

Baca Juga: Kasus Covid 19 di Garut, Jumlah Isoman Berkurang Tapi Dirawat RS Bertambah

“Kemarahan mereka (petani di Cirebon) itu disampaikan di saat reses. Tapi kita tampung. Meskipun itu kewenangannya pusat. Itu kan domain pusat. Kita di daerah hanya bisa menampungnya saja,” kata Rudiana, Senin 13 Juni 2022.

Memang, lanjut dia, persoalan itu terjadi karena adanya pengurangan kuota subsidi pupuk. Dampaknya, banyak di kalangan para petani yang tidak kebagian jatah. Letak persoalannya, terjadi lantaran para petani tidak melakukan registrasi ulang.

Baca Juga: Meski Rampung 100 Persen, Kontraktor Proyek Pembangunan RSUD Bogor Utara Didenda Rp8 Miliar

“Harusnya kan para petani itu selalu registrasi ulang. Nah di tahun ini, mereka tidak lakukan itu. Banyak jumlahnya. Hasilnya ya, mereka tidak terdaftar dan jadilah adanya pengurangan kuota,” ungkapnya.

Dia menilai, hal itu bisa terjadi lantaran para petani tidak memahami mekanisme tersebut. Sementara ketika berkaca ke daerah, bukan domainnya. Makanya, saran Rudiana, harus ada langkah nyata, para petani pro aktif dengan program yang telah digulirkan pemerintah. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran