Sedimentasi Saluran Sekunder Tinggi, Normalisasi Sungai di Kaliwedi Cirebon Perlu Segera Dilakukan

Tingkat sedimentasi sungai irigasi yang melintasi Desa Prajawinangun Kulon-Prajawinangun Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon tinggi

Sedimentasi Saluran Sekunder Tinggi, Normalisasi Sungai di Kaliwedi Cirebon Perlu Segera Dilakukan
Lantaran kondisi sedimentasi saluran sekunder tinggi, upaya normalisasi sungai di Kaliwedi, Kabupaten Cirebon perlu segera dilakukan.

 

INILAHKORAN, Cirebon - Tingkat sedimentasi sungai irigasi yang melintas di wilayah Desa Prajawinangun Kulon-Prajawinangun Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon sudah sangat tinggi. Penumpukan lumpurnya hampir menyamai tingginya tanggul.

Bahkan, kondisi sungai juga sudah menyempit dan ditumbuhi rumput dan ilalang yang menghambat arus air. Akibat pendangkalan saluran sekunder Srombyong tersebut, air sungai sampai menggenangi jalan raya yang menghubungkan wilayah Kecamatan Gegesik dan Kaliwedi itu.

Informasi yang terhimpun menyebutkan, air yang menggenangi sejumlah titik di jalan raya tersebut cukup mengganggu pengendara yang melintasinya. Kondisi itu terjadi bahkan ketika cuaca dalam kondisi normal atau tidak turun hujan sekalipun. Luapan air sungai di Kaliwedi tersebut, terjadi hampir setiap hari. Terlebih ketika debit air dari hulu meningkat.

Baca Juga: Desa Antikorupsi Cibiru Wetan Melawan Korupsi

Sementara itu, Kuwu Desa Prajawinangun Kulon Iswadi mengatakan meskipun dampak luapan sungai irigasi tersebut tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, namun sangat mengganggu. Ketika air meluap dan kondisi saluran irigasi tersier juga mengalami sedimentasi yang sama, luapan air saluran sekunder tersebut berdampak ke pemukiman warga.

"Tadinya waktu saluran tersier belum kita lakukan normalisasi, dampaknya ya ke masyarakat karena masuk pemukiman," ujar Iswadi, Selasa 14 Juni 2022.

Kendati sampai saat ini luapan air yang menggangu lalu lintas masih terus terjadi, namun Iswadi mengaku belum mengajukan permohonan normalisasi ke dinas terkait. Menurutnya, masih berkonsentrasi mengajukan permohonan pengangkatan dua jembatan yang membentang di sungai irigasi tersebut.

Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Bogor Melonjak Tiga Kali Lipat, Jumlahnya Mencapai 910 Ekor

"Kalau untuk dua jembatan itu kami sudah mengusulkannya waktu musrenbang kemarin," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera membuat proposal permohonan normalisasi saluran sekunder. Karena bagaimanapun, upaya normalisasi memang harus segera dilakukan pihak terkait.

"Ini untuk menghindari agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," tukasnya. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran