Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pendidikan Jadi Perhatian Bersama

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi menilai, sejauh ini banyak permasalahan pendidikan

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pendidikan Jadi  Perhatian Bersama
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi
 
INILAHKORAN, Cirebon - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi menilai, sejauh ini banyak permasalahan pendidikan di daerahnya yang perlu diperbaiki. Mulai dari kuantitas hingga kualitas pendidikannya.
 
Dia menilai, tingkat kelulusan siswa SMP di Kabupaten Cirebon setiap tahunnya berjumlah sekitar 27 ribu anak. Dari jumlah tersebut,  yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA hanya sekitar 20 ribu siswa saja. 
 
"Atas data tersebut tentunya menjadi permasalahan pendidikan yang harus dirunut akar permasalahannya. Sehingga angka ideal kelulusan dari mulai SD hingga SMA di Kabupaten Cirebon minimal bisa merata," kata Luthfi, Sabtu (18/6/2022).
 
 
Ia menyebutkan, atas kondisi itu tentunya  permasalahan pendidikan di Kabupaten Cirebon secara bertahap harus  terus diperbaiki. Mulai dari kuantitas hingga kualitas kependidikan yang harus menjadi perhatian bersama. 
 
Politisi PKB ini melanjutkan,  jumlah partisipasi anak yang sekolah di jenjang SD dari kelas 1 hingga 6 yang ada di Kabupaten Cirebon sekira 199 ribu siswa. Dari jumlah itu, tingkat  kelulusan kelas 6 SD berkisar 33 ribu siswa. Kemudian yang melanjutkan ke jenjang SMP hanya  27 ribu anak serta  yang melanjutkan ke SMA  20 ribu siswa saja. 
 
"Masalah tersebut indikatornya lumayan pelik. Mulai dari faktor kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pendidikan. Juga  jangkauan sekolah yang menjadi pertimbangan orang tua murid dalam memasukan calon siswa," ungkapnya.
 
 
Terpenting lanjutnya, adalah kesadaran bersama agar bisa bersinergi dalam memberikan support positif dalam kemajuan pendidikan di Kabupaten Cirebon. Upaya yang ditempuh DPRD Kabupaten Cirebon sendiri, kata dia, tahun ini sedang merintis untuk membangun tiga sekolah baru tingkat SMA. 
 
"Untuk rintisan SMA Negeri Depok, apliliatornya numpang sementara di SMA Negeri 1 Jamblang. Dan untuk SMA Negeri 1 Tengahtani apliliatornya di SMA Tengahtani," terangnya. 
 
Dia menambahkan,  untuk transisi tahun pertama teknisnya masih menginduk di SMP Negeri masing-masing kecamatan. Agar pencapaian ideal jumlah sekolah dan peserta didik seimbang tentunya harus sesuai. Sehingga strategi dan cara jalan keluar masalahnya yakni penambahan rombel dan penambahan unit sekolah baru. 
 
 
"Dari jumlah 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang memiliki sekolah SMA Negeri baru 20 kecamatan saja. 
Ini agar blankspot dari jumlah kecamatan yang belum memiliki sekolah untuk terus diinisiasi, sehingga pemerataan sekolah bertahap bisa direalisasikan," tukasnya. (maman suharman)***
 


Editor : inilahkoran