Kasus DBD Meningkat, Dinkes Cirebon Lakukan Foging Besar-besaran

Kasus DBD di Kabupaten CIrebon semakin bertambah Dinkes pun melakukan foging di beberapa daerah yang tinggi penyebaran kasusnya

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Cirebon Lakukan Foging Besar-besaran
Petugas dari Dinkes Cirebon melakuan foging sebagai bentuk antisipasi merebaknya kasus DBD.

INILAHKORAN, Cirebon - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon melakukan fogging di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (24/6/2022) sebagai antisipasi penyeberan kasus DBD.

Sebanyak 5 petugas fogging dari Dinkes melakukan penyemprotan di dalam rumah-rumah dan pekarangan warga, terutama warga di RT yang terbanyak jumlah kasus DBD tinggi.

Fogging dilakukan menyusul lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi dalam dua minggu terkahir, yakni sebanyak 9 kasus dari total 14 kasus yang terjadi sejak Januari 2022. Kepala Puskesmas Pangkalan, Masriti, usai kegiatan fogging menyampaikan, korban DBD di Desa Pangkalan rata-rata masih anak-anak.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Siapkan SOP Pelayanan Informasi Publik

Menurut Masriti, total jumlah kasus DBD di Desa Pangkalan sebanyak 14 kasus. Sejumlah kasus tersebut terjadi sejak bulan Januari kemarin. Dimana dari 14 kasus tersebut, 13 kasus sudah pulang dari perawatan sedangkan 1 kasus masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Dari mulai Januari sampai hari ini ada 14 kasus," ujar Masriti.

Ia menerangkan, fogging yang dilakukan pihaknya bukan satu-satunya cara untuk memberantas DBD. Karena, fogging hanya memberantas nyamuk dewasa yang menginveksi saja. Namun, langkah yang tepat memberantas nyamuk penyebab DBD adalah kedasaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, yakni dengan 3 M plus.

Baca Juga: Rugikan Negara, Dewan Minta Pemkab Tindak Aktivitas Galian Ilegal di Cirebon

"Kita dari puskesmas sudah melakukan berbagai cara dengan memberikan penyuluhan. Tapi yang terpenting bukan membasmi nyamuk dewasa dengan foggingnya, tapi kebersihan lingkungan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3 M plus. Jtu harus dilaksanakan oleh masyarakat," ungkapnya.

Di Desa Pangkalan sendiri, kata Masriti, sebenarnya sudah ada program Sabtu Bersih (Tusih). Namun, dalam beberapa bulan terakhir ini program tersebut belum aktif lagi. Begitupun di desa-desaainnya di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan, sudah ada program Jumat Bersih (Jumsih).

"Nah, Kalau ditemukan kasus-kasus DBD itu kita melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) sambil membagikan abate," paparnya.

Baca Juga: Didanai USAID, PT KAI Daop 3 Gelar Skrining TBC di Stasiun Cirebon

Selain di Desa Pangkalan, lanjut dia, sejumlah desa di Kecamatan Plered lainnya juga ditemukan kasus yang sama dengan jumlah yang juga tergolong banyak. Berdasarkan data yang ada di Puskesmas Pangkalan, kasus DBD pada tahun kemarin terjadi di Desa Gamel dengan 6 kasus dan Sarabau 5 kasus. Selain itu, kasus yang sama juga terjadi di Desa Cangkring dengan 7 kasus.

"Terbanyak di Desa Pangkalan dengan 14 kasus. Kemudian Cangkring 7 kasus, 6 kasus sudah bisa langsung pulang dan 1 kasus sempat menjalani rawat inap. Lalu Sarabau 5 kasus, 4 kasus pulang dan 1 mendapat perawatan, kemudian Gamel 6 kasus. Tapi sekarang bergeser ke Desa Pangkalan," tukasnya. (maman suharman)


Editor : inilahkoran