Kecamatan Garut Kota Dominan Mengalami Balita Stunting

Hingga hari terakhir Bulan Penimbangan Stunting pada Juni 2022, anak berusia lima tahun ke bawah (balita) ditimbang di wilayah Kabupaten Gar

Kecamatan Garut Kota Dominan Mengalami Balita Stunting
nak berusia lima tahun ke bawah (balita) ditimbang di wilayah Kabupaten Garut baru mencapai sebesar 90 persen.

INILAHKORAN, Garut-Hingga hari terakhir Bulan Penimbangan Stunting pada Juni 2022, anak berusia lima tahun ke bawah (balita) ditimbang di wilayah Kabupaten Garut baru mencapai sebesar 90 persen.

Dari jumlah balita telah ditimbang tersebut, sebesar 16 persen di antaranya dipastikan mengalami stunting. Balita stunting dominan terdapat di Kecamatan Garut Kota, Balubur Limbangan, dan Kecamatan Wanaraja.

Hal itu dikemukakan Wabup Garut Helmi Budiman usai menyerahkan secara simbolis paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sebanyak 27 balita mengalami stunting di Kantor Kecamatan Garut Kota, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Dukung Kiprah FOBB, Dispora KBB Minta Osis Berkolaborasi

Helmi menduga banyaknya balita mengalami stunting di wilayah Kecamatan Garut Kota berkaitan dengan banyaknya warga miskin di kecamatan bersangkutan.
Data Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Garut menunjukkan, sebanyak 90 persen balita telah ditimbang dan diukur itu setara 201.768 balita dari total sasaran sebanyak 215.615 balita tersebar di 442 desa dan kelurahan di 32 kecamatan.

"Apakah ini juga ada hubungan dengan kemiskinan kota, ya ? Karena kan kalau di kampung itu walaupun tidak mampu, mereka mungkin masih ada makanan-makanan disiapkan oleh alam gitu, ya. Masih ada ke kebun, ke sawah, ke mana gitu," ujarnya.

Berkenaan banyaknya balita stunting di Kecamatan Garut Kota, Balubur Limbangan, dan Kecamatan Wanaraja itu, Helmi menyatakan dirinya akan menugaskan dinas terkait untuk menganalisanya. Mengapa di ketiga kecamatan yang tercatat berada di wilayah perkotaan, ternyata memiliki angka stunting cukup tinggi.

Baca Juga: Sudah Diumumkan, Berikut Daftar Nama 23 Pemain Timnas Wanita, Ada Pemain Persib?

Helmi menegaskan, bila seluruh data stunting dari hasil Bulan Penimbangan Balita sudah terkumpul, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melakukan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting. Sumber anggarannya dari APBD Garut, APBDes, dan partisipasi masyarakat.

"Saya kira partisipasi masyarakat tidak usah menunggu. Kalau misalkan ada yang stunting, ya itu bisa kita segera berikan makanan," katanya.

Menurut Helmi, tidak ada cara lain mengatasi balita stunting kecuali dengan pemberian makanan tambahan, khususnya makanan berprotein tinggi. Semisal telur, susu, dan daging.

Baca Juga: “Thor: Love & Thunder” Siap Tayang, Chris Hemsworth Ceritakan Anakanya Tirukan Gaya Thor

Menyikapi banyaknya balita stunting di wilayahnya, Camat Garut Kota Teten Sundara mengatakan, pihaknya langsung melakukan penggalangan dana untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang memiliki balita stunting.

"Alhamdulillah hari ini sudah terkumpul dari ASN (aparatur sipil negara0 sekelurahan dan kecamatan sudah terkumpul Rp8 juta, dan dari TP PKK (Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) kelurahan se-kecamatan Garut Kota Rp1,5 juta. Kami rencananya akan kerja sama dengan bagian gizi dari tiga puskesmas," ujarnya.

Menurut Sub Koordinator (Subkor) Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Sri Prihatin, pihaknya sudah melakukan pengukuran dan penimbangan kepada sebanyak 201.768 balita atau sekitar 90,8 persen dari target sasaran sebanyak 215.615 balita.

Baca Juga: Setiap Hari TKW Taiwan Ini Mandikan Bos Laki Laki, Sering Dinyinyiri Bukan Muhrim, Sampai Bilang Begini

Ditegaskannya, terhadap sebanyak 16 persen balita mengalami stunting itu, pihaknya akan melakukan intervensi pemberian makanan tambahan secara khusus.

"Pemberian makanan tambahan untuk balita gizi buruk dan stunting di Kecamatan Garut Kota, kita ambil dari yang gizi buruk sekitar 27 balita dari tiga puskesmas dengan sasaran 27 balita. Dari tingkat Kabupaten Garut, kita dapatkan untuk hasil balita dengan gizi buruk sekitar 243 balita dengan masih ada beberapa puskesmas yang perlu diverifikasi untuk kasus balita dengan gizi buruk." imbuhnya.(zainulmukhtar)***


Editor : inilahkoran