Garut Sediakan Bantuan Peternak Terdampak PMK Rp5 Juta

Pemerintah Kabupaten Garut akan memberikan bantuan maksimal Rp5 juta bagi setiap petani peternak yang hewan ternak peliharaanya mati akibat

Garut Sediakan Bantuan Peternak Terdampak PMK Rp5 Juta
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih terus menyerang hewan-hewan ternak di Kabupaten Garut. Kabupaten Garut pun kini dalam keadaan darurat PMK.


INILAHKORAN, Garut-Pemerintah Kabupaten Garut akan memberikan bantuan maksimal Rp5 juta bagi setiap petani peternak yang hewan ternak peliharaanya mati akibat terserang PMK tersebut.
 
Hal itu dikemukakan Rudy Gunawan pada Rapat Evaluasi Pengendalian dan Penanggulangan PMK di Hotel Harmoni Jalan Cipanas Baru Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (4/7/2022).

"Kami sekarang mengikuti arahan daripada pemerintah pusat dan kita membuat surat keputusan Bupati kembali  bahwa Garut dalam keadaan darurat PMK," ujar Rudy.
 

Dengan adanya penetapan status darurat tersebut, kata Rudy, pihaknya kini bisa kembali mengeluarkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Garut untuk penanganan kasus PMK.

Rudy berharap pemberian bantuan dana kerohiman bagi petani peternak terdampak PMK itu merupakan langkah cepat karena bagi sebagian orang kasus PMK merupakan masalah ekonomi, menyangkut hak hidup masyarakat Garut.

Sebelumnya, Rudy berharap dengan adanya penetapan status Keadaan Tertentu Darurat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penanganan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di Kabupaten Garut bisa terintegrasi dengan bercermin dari penanganan Covid-19.
 

"Yang tentu Covid-19 itu mengandung konsekuensi logis terhadap keselamatan jiwa. Tapi, kalau kini menyangkut masalah ekonomi bagi sebagian orang harta kekayaannya. Hanya, sapi ini juga harus mendapatkan perlindungan dari kita semua," katanya.

Ditegaskan, pihaknya akan terus melakukan langkah konkret dengan melibatkan para dokter hewan maupun para ahli medis dalam penanganan PMK di Kabupaten Garut.

Akan tetapi meskipun Garut Darurat PMK, Rudy bergembira karena keberhasilan hewan ternak yang sembuh dari PMK di Kabupaten Garut mencapai sebesar 60 persen. Kondisi tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
 

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Garut Sofyan Yani, kesembuhan hewan ternak sembuh dari PMK mencapai 60 persen merupakan indikasi keberhasilan petugas dan semua pihak terlibat dalam menangani kasus PMK.

Kini, lanjutnya, pihaknya sedang mengupayakan untuk mengaplikasikan vaksinasi bagi para ternak yang harus segera diterapkan agar ternak yang sehat tidak banyak terpapar PMK. Vaksinasi diprioritaskan pada ternak sapi perah, ternak sapi potong induk, dan sapi-sapi muda berumur panjang.

Sofyan Yani menghimbau para petugas Satgas untuk lebih efektif lagi dalam melakukan pekerjaan di lapangan, walaupun saat ini masih terdapat keterbatasan mobilitas maupun sumber daya manusia (SDM) medis dan paramedis.
 

Begitu pun para peternak dihimbau terus mengikuti arahan pemerintah demi kesejahteraan para peternak itu sendiri.(zainulmukhtar)***
 
 


Editor : inilahkoran