• Selasa, 5 Juli 2022

Hukum Melihat Gambar Porno dalam Hubungan Intim

- Minggu, 28 Februari 2021 | 19:30 WIB
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

ADA yang bertanya, "Apakah saya boleh membaca (cerita seks) atau melihat gambar porno sebelum melakukan hubungan intim suami istri, dengan tujuan untuk membangkitkan syahwat? Saya tidak mendapatkan kelezatan dalam hubungan intim suami istri kecuali dengan cara itu."

Jawab:

Tidak boleh melihat gambar porno dan aktivitas seks tersebut, (meskipun) dengan alasan agar bisa merangsang dan membangkitkan syahwat untuk melakukan hubungan intim (suami istri). Dalam perbuatan tersebut terdapat perbuatan menyaksikan dosa (tanpa mengingkarinya, pent.), melihat aurat orang lain, serta melihat zina yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam (sangat) benci.

Jadi (dalam kasus di atas), melihat adegan-adegan seks tersebut tidak boleh sama sekali. Adapun masalah membaca cerita seks, maka ini (adalah suatu keburukan juga, namun) lebih ringan keburukannya dibandingkan dengan melihat foto porno tersebut.

Akan tetapi meskipun demikian, membaca cerita seks merupakan bagian dari langkah-langkah setan.Dan cerita-cerita seks itu tidaklah kosong dari (dua kemungkinan),

- Bisa jadi menceritakan tentang (seks) para pezina laki-laki ataupun perempuan, dan ini adalah perkara yang diharamkan.

- Bisa jadi pula, menceritakan tentang pasangan suami istri (pasutri) tertentu yang mengabarkan tentang aktifitas seks mereka, maka inipun termasuk dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

"Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang lelaki yang berhubungan dengan istrinya (jima` dan muqodimahnya) dan istrinyapun berhubungan dengannya, kemudian laki-laki tersebut menyebarkan rahasia (hubungan dengan) istrinya tersebut" (HR. Muslim (1437), dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahu anhu).

Demikian pula, dalam seluruh cara-cara yang kotor tersebut, terdapat perkara yang menodai rasa malu, menipu daya dan berdampak buruk, sehingga hasilnyapun menjadi kebalikan dari apa yang diharapkan, (yaitu) seorang istri menjadi tidak selera dengan suaminya, demikian pula suaminya menjadi tidak selera dengan istrinya. []

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Inilah Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Senin, 4 Juli 2022 | 08:17 WIB

Syariat dan Syarat Hewan Kurban

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:15 WIB
X