• Kamis, 23 September 2021

Merayakan Ulang Tahun di Antara Boleh dan Haram

- Jumat, 18 Juni 2021 | 14:30 WIB
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

DALAM hal ini, para ulama kontemporer berbeda pendapat. Ada yang mengatakannya haram, ada pula yang membolehkannya dengan syarat.

Pertama. HARAM.

Alasannya ini merupakan budaya kafir yang dilarang untuk diikuti. Jika diikuti maka tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir). Apa pun cara dan wujudnya, maka tidak boleh, baik hari ultah manusia, lembaga, ormas, bahkan negara. Sehingga, jika yang pokok hukumnya tidak boleh maka turunannya juga demikian, termasuk mengucapkan selamat, meski sudah dimodifikasi dengan doa-doa kebaikan. Bagi mereka itu merupakan hal terlarang karena mencampurkan antara yang haq dan batil.

Alasan lain karena Nabi, para sahabat, para imam madzhab tidak pernah mencontohkan bahkan tidak pernah membahasnya. Hal inilah yang dianut sebagian ulama Arab Saudi, dan yang mengikutinya, dan juga kelompok salafi.

Kedua, BOLEH, dengan syarat.

Mereka menolak cara pendalilan golongan pertama. Ini pendapat sebagian ulama Arab Saudi juga seperti Syaikh Salman Al Audah, atau Mufti Qathar seperti Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, dan lainnya.

Bagi mereka ini masalah duniawi, tidak terkait ibadah, yang hukum asalnya adalah mubah, kecuali ada dalil khusus yg melarang. Bagi mereka tidak ada dalil khusus yang melarangnya. Lalu, alasan lainnya ayat, "Dan kami berikan kabar gembira kepada Ibrahim atas lahirnya anak yang penyabar."

Ayat ini menunjukkan bolehnya bergembira dengan kelahiran, dan tentunya berlaku juga dengan mengingat hari kelahiran. Lalu, Rasulullah pernah ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau menjawab, "Itulah hari aku dilahirkan." (HR Muslim)

Jadi, hal ini menunjukkan bolehnya mengingat hari kelahiran. Kalau pun, ini berasal dari Barat, mereka menganggap tidak apa-apa mengambil istilah dari luar Islam, tapi isinya diganti dengan cara Islam. Hal ini pernah Rasul lakukan, yaitu ketika beliau mengubah makna ruhbaniyah/kependetaan yang telah dicela Allah dalam Al-Quran. Jadi, walau istilah ini buruk, akhirnya oleh Rasul istilah ini dipakai dengan isi yang diubah, sabdanya:

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Memaksa kepada Allah Agar Dijodohkan dengan Wanita Idaman

Selasa, 21 September 2021 | 11:02 WIB

Kalau Poligami Boleh, Kenapa Poliandri Tidak?

Senin, 20 September 2021 | 11:37 WIB

Sedekah Subuh, Benarkah Pernah Dicontohkan Rasulullah?

Minggu, 19 September 2021 | 22:40 WIB
X