• Kamis, 20 Januari 2022

Inilah Waktu-waktu Terlarang Berhubungan Intim

- Kamis, 15 Juli 2021 | 17:00 WIB
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

MENANGGAPI banyak pertanyaan tentang waktu-waktu terlarang untuk berhubungan intim antara suami istri dalam Islam, berikut beberapa waktu terlarang tersebut.

1. Siang Hari Saat Berpuasa

Adapun pada siang hari di bulan puasa Ramadan, maka telah jelas ada larangan untuk menyetubuhi istri. Sebagaimana di hadits Abu Hurairah riwayat Muslim (1111) bahwasanya seorang lelaki mendatangi Nabi shallallahu alayhi wa sallam dan berkata: "Celakalah aku, wahai Rasulullah!"
Nabi bertanya: "Apakah yang telah mencelakakanmu?"
Lelaki itu menjawab: "Aku telah menyetubuhi istriku di (siang hari) bulan Ramadhan."
Lalu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menanyakan kesanggupannya untuk membayar kafarah bersetubuh di siang hari bulan Ramadan.

Adapun pada malam harinya, maka hal ini diperbolehkan berdasarkan firman Allah di surat Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi:

"Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kalian. Mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalianpun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian, karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian."

Catatan: Larangan ini berlaku pula dalam kategori puasa di sini adalah puasa wajib -seperti puasa Ramadan, puasa qadha, puasa nazar, puasa kafarah, dll- dan puasa sunat. Hanya saja pada puasa sunat, seseorang boleh membatalkan puasanya kapan dia mau.

2. Saat Melakukan Ibadah Haji

Selain ketika berpuasa, seseorang juga dilarang menyetubuhi istrinya pada saat melakukan ibadah haji. Dalilnya adalah firman Allah di surat Al Baqarah ayat 197:

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh berbuat rafats (berkata yang menimbulkan syahwat atau bersetubuh), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji."

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

X