• Senin, 27 September 2021

Rasulullah Memperingatkan Kita Bahwa Setan Hadir dalam Jual-Beli

- Kamis, 29 Juli 2021 | 16:00 WIB
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

PROFESI sebagai pedagang memang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tentu saja mulia mengikuti sunnah beliau. Tetapi hati-hati juga, banyak 'jebakan kemaksiatan' di dalamnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengabarkan: “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa hadir dalam jual-beli. Maka iringilah jual-belimu dengan banyak bersedekah” (HR. Tirmidzi 1208, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)

Setan-setan itulah yang menjebak banyak para pedagang untuk berdosa dengan mengucapkan sumpah palsu. Mereka berdusta hanya karena ingin barang dagangannya laris.

Dari ‘Abdurrahman bin Syibel, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Para pedagang adalah tukang maksiat”. Diantara para sahabat ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah menghalalkan jual-beli?”. Rasulullah menjawab: “Ya, namun mereka sering berdusta dalam berkata, juga sering bersumpah namun sumpahnya palsu”. (HR. Ahmad 3/428, Ath Thabari dalam Tahdzibul Atsar 1/43, 99, 100, At Thahawi dalam Musykilul Atsar 3/12, Al Hakim 2/6-7)

Maka, agar profesi kita sebagai pedagang tidak berujung dosa besar maka pahamilah syariat yang mengaturnya. Sejak masa salaf dahulu (masa keemasan Islam), orang-orang mulia kala itu telah mewanti-wanti, pahami dahulu tentang hal-hal yang dilarang dalam jual beli sebelum berdagang. Misalnya, bila seseorang tidak memahami apa itu riba, dia akan menuai bahaya yang besar. ‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,

“Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.”

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

X