• Kamis, 21 Oktober 2021

Rahasia di Balik Pemberian Nama "Bulan Haram"

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:30 WIB

KATA haram, memiliki dua akar kata yang berbeda. Pertama, Kata haram diturunkan dari kata haruma yahrumu yang artinya terlarang, terlarang untuk dilakukan (al-mamnu min filih). (al-Mujam al-Wasith). Kedua, kata haram ditarik dari kata al-ihtiram, yang artinya kehormatan (al-Mahabah).

Dalam al-Misbah al-Munir dinyatakan, "Kata al-Hurmah (haram) artinya sesuatu yang tidak boleh dilanggar. Kata al-Hurmah juga diartikan al-Mahabah (kehormatan). Diturunkan dari kata al-Ihtiram. Seperti kata al-Furqah dari al-Iftiraq." (al-Misbah al-Munir, 2/357)

Sekalipun asal katanya berbeda, namun sebenarnya memiliki keterkaitan. Sesuatu yang terlarang disebut haram, karena jika itu dilakukan, berarti melanggar kehormatan orang yang melarang. Allah melarang banyak hal dalam syariatnya, salah satunya dalam rangka menjaga kesucian syariat dan kehormatan dirinya. Karena jika orang melanggarnya, dia akan terjerumus dalam kenistaan dan kehinaan.

2. Bulan Haram

Bulan haram ada 4: Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Shafar. 3 bulan berturut-turut: Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan satu bulan sendirian, yaitu bulan Rajab. Tiga bulan berurutan adalah bulan haji. Selama bulan haram, masyarakat tidak diperkenankan melakukan peperangan. Dalam rangka memberi jaminan keamanan bagi masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji.

Sementara bulan rajab adalah bulan umrah. Selama satu bulan ini, mereka wajib memberi suaka kepada yang hendak berangkat umrah. Allah melengkapi kemuliaan tanah suci, dengan Allah tetapkan adanya bulan suci. Sehingga semua aktivitas ibadah di tanah suci mendapat jaminan aman.

 

Allah Taala berfirman,

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (QS. at-Taubah: 36)

Dalam hadisnya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, apa saja 4 bulan haram itu. Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqodah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Syaban." (HR. Bukhari 3197 dan Muslim 1679)

Bulan ini disebut bulan haram karena 4 bulan ini memiliki keistimewaan khusus. Dan di sana ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Diantaranya, larangan untuk melakukan perang. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Air Mani Perempuan, Begini Ciri-cirinya dalam Islam

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:12 WIB
X