• Jumat, 17 September 2021

Ketika Allah Membersihkan Kita

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:30 WIB

ALHAMDULILLAH. Hanya Allah Swt pemilik segala pujian. Tak ada yang patut untuk disembah dan dimintai pertolongan selain Dia. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra disebutkan bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, "Tidak akan berhenti ujian kesusahan dan penderitaan terhadap seorang mumin dan muminat baik yang menimpa dirinya sendiri atau menimpa anak-anaknya, ataupun hartanya sehingga ia menemui Allah, meninggal dunia dalam keadaan tidak membawa satu dosa pun." (HR Tirmidzi)

Saudaraku, hikmah dari hadits mulia ini adalah bahwa adakalanya kita akan diuji terus-menerus oleh Allah Swt sampai benar-benar bersih kita dari noda-noda dosa. Sehingga ketika kematian kita datang, kita sudah berada dalam keadaan benar-benar bersih dan menghadap Allah Swt tanpa noda dosa sedikitpun. SubhaanAllah.

Jadi janganlah salah sangka manakala kita mendapat ujian hidup yang sangat pahit rasanya. Sesungguhnya pahit itu hanyalah menurut versi kita. Tidakkah kita ingat pada kisah seorang pemuda yang telah berzina kemudian meminta kepada Rasulullah Saw untuk merajamnya? Mengapa pemuda ini meminta demikian? Karena pemuda ini lebih melihat ke akhirat ketimbang ke dunia, lebih baik selesaikan di dunia berdasarkan hukum Allah daripada selesaikan di akhirat dengan hukuman yang sangat pedih dan tiada mampu ia memikulnya. Maa syaa Allah.

Mengapa pemuda ini sedemikian siap menanggung pedihnya rajam di dunia? Tiada lain adalah karena perhitungannya akhirat. Bisa jadi pedihnya rajam akan terasa manis karena niat yang ia miliki adalah niat bertaubat kepada Allah Swt. Bagi orang yang hitungannya duniawi, maka ia akan berat dan pahit saja menjalani hidup di dunia ini. Sedangkan bagi orang yang hitungannya akhirat, maka seberat apapun, baginya akan terasa ringan, dan sepahit apapun, baginya akan terasa manis.

Saudaraku, ada derajat tertentu di sisi Allah yang tidak bisa kita gapai kecuali dengan jalan melalui beratnya ujian. Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya seseorang yang akan diberikan kedudukan tinggi di sisi Allah, sedangkan ia tidak dapat menggapai kedudukan itu dengan amalnya, maka Allah akan terus-menerus mengujinya dengan kesusahan dan kesulitan yang tidak disukainya hingga ia dapat menggapai kedudukan tinggi tersebut." (HR. Abu Yala)

Betapa Allah Swt sangat menyayangi kita. Allah ingin kita mencapai derajat yang mulia di sisi-Nya, sehingga Allah sendiri yang memberikan jalan bagi kita untuk menggapainya. Allah memacu kita dengan cara-Nya berupa ujian hidup.

Maka, marilah kita senantiasa berbaik sangka kepada Allah Swt. sembari mengoptimalkan amal sholeh dan ibadah kita kepada-Nya. Yakinlah bahwa setiap apapun yang terjadi di dunia ini ada dalam kekausaan Allah, sehingga hanyalah Allah yang patut kita mintai pertolongan. Semoga kita menjadi orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi di sisi-Nya. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

X