Ayo Buktikan! Inilah 5 Keajaiban di Balik Sholat Dhuha

SHOLAT dhuha adalah amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Faedah dan pahalanya begitu berlimpah.

Ayo Buktikan! Inilah 5 Keajaiban di Balik Sholat Dhuha

SHOLAT dhuha adalah amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Faedah dan pahalanya begitu berlimpah.

Dikutip mozaik.inilah.com, setidaknya ada 6 keajaiban di balik sholat dhuha berdasarkan hadist-hadist shahih berikut ini:

1. Diwasiatkan Rasulullah agar dikerjakan setiap hari

Baca Juga : Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga itu Hanyalah 2 Hal Ini

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata:

"Kekasihku (Muhammad) shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), shalat Dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur" (HR. Al Bukhari dan Muslim)

"Kekasihku mewasiatkan tiga hal yang tidak akan kutinggalkan hingga mati yakni berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur" (HR. Al Bukhari)

Baca Juga : Akhiri Salat dengan Doa Ini, Insya Allah Terlindung dari Lilitan Utang

2. Shalat Dhuha adalah Shalat Awwabin

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata:

"Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan" (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

Baca Juga : Qadha Sholat Subuh, Hukum dan Tata Caranya Bagaimana?

Awwabin adalah orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha, dengan demikian, berarti menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

3. Shalat Dhuha 2 rakaat senilai 360 sedekah

"Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat." (HR. Muslim)

"Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya." Mereka (para sahabat) bertanya, "Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?" Beliau menjawab, "Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupimu." (HR. Abu Dawud)

4. Shalat Dhuha 4 rakaat membawa kecukupan sepanjang hari

 

Allah Azza wa Jalla berfirman, "Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu." (HR. Ahmad)

5. Shalat Dhuha merupakan ghanimah terbanyak

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendengar para sahabatnya membicarakan tentang ghanimah (harta rampasan perang), maka beliau menunjukkan amal yang lebih banyak dari pada ghanimah-ghanimah itu

"Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat" (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

 

Penjelasan hadits ini mengisyaratkan dengan keutamaan shalat dhuha dan hubungannya dengan rezeki. Bahwa siapa yang mengamalkan shalat dhuha, ia mendapatkan lebih banyak dari harta rampasan perang; baik dalam hal kuantitas harta atau keberkahannya.

 


Editor : Bsafaat