• Senin, 18 Oktober 2021

Memakai Barang Jaminan Orang yang Berutang, Emang Boleh?

- Senin, 23 Agustus 2021 | 12:30 WIB
Ilustrasi/Antarafoto
Ilustrasi/Antarafoto

MISAL, ada seseorang menggadaikan sepeda motor kepada kita. Yang jadi pertanyaan, bolehkah kita memakai motor yang digadaikan tersebut untuk mencari untung. Contoh, motor tersebut digunakan untuk bekerja mencari rezeki?

Ustaz Ammi nur Baits dalam artikelnya di konsultasisyariah.com menjelaskan, transaksi di atas masuk kategori gadai. Dan gadai, digolongkan para ulama sebagai akad tautsiqat, yaitu akad yang tujuannya memberikan jaminan kepercayaan bagi pelaku akad. Mengingat tujuannya untuk jaminan kepercayaan, akad ini sifatnya tambahan (aqd ziyadah). Bisa ditambahkan di akad apapun. Karena itu, akad ini tidak memberikan konsekuensi terhadap perpindahan kepemilikan barang gadai.

Konsekuensi dari hal ini,

[1] barang gadai statusnya amanah bagi murtahin (yang memberi utang).

[2] barang gadai tetap menjadi milik rahin (yang berutang).

[3] jika terjadi kegagalan, misalnya utang bermasalah atau transaksi yang dijamin bermasalah, barang gadai tidak otomatis pindah kepemilikan.

[4] semua biaya perawatan barang gadai, ditanggung oleh rahin (yang berutang), karena ini memang miliknya.

Lanjut Ustaz, yang harus digarisbawahi adalah, dalam transaksi gadai tujuan utamanya hanya untuk jaminan kepercayaan dan keamanan, dan bukan untuk memberi keuntungan bagi pihak yang menerima gadai (yang memberi utang). Yang terjadi, ketika penerima gadai memanfaatkan barang gadai, berarti dia memanfaatkan barang milik orang yang utang, disebabkan transaksi utang antar mereka. Bisa kita pastikan, andaikan tidak ada transaksi utang piutang, orang yang menerima gadai tidak akan memanfaatkan barang milik yang berutang.

Karena itu, pemanfaatan barang gadai oleh pemberi utang, berarti dia mendapatkan manfaat dari utang yang dia berikan. Sementara mengambil manfaat (keuntungan) dari utang yang diberikan, termasuk riba. Seperti yang dinyatakan dalam kaidah, "Setiap utang yang memberikan keuntungan, maka (keuntungan) itu adalah riba." (HR. Baihaqi)

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Air Mani Perempuan, Begini Ciri-cirinya dalam Islam

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:12 WIB
X