• Minggu, 24 Oktober 2021

Istri Menolak Ajakan Suami Dilaknat Malaikat, Kalau Suami yang Menolak?

- Minggu, 5 September 2021 | 09:35 WIB
Ilustrasi (backtojannah.com/)
Ilustrasi (backtojannah.com/)

 

INILAHKORAN, Bandung- Seorang istri wajib memenuhi keinginan suaminya untuk berhubungan intim. Kalau menolak, dihukumi dosa. Bagaimana kalau suami yang menolak?

Suami memang tidak mendapat ancaman seperti sang istri untuk persoalan ini. Seperti diketahui, seorang istri terancam laknat malaikat ketika ogah melayani suami

"Apabila laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu laki-laki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka ia dilaknat oleh malaikat hingga subuh." (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Tetapi ingatlah, seorang suami wajib memenuhi kebutuhan istrinya. Dan seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

Menolak ajakan istri merupakan salah satu bentuk perbuatan tidak adil. Dan Allah Ta'ala jelas memberikan ancaman mengerikan pada seorang pemimpin yang tidak berlaku adil.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (pemimpin negara) adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarga nya dan ia akan ditanya tentang mereka. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap rumah suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya.” (HR. Muslim)

Maka kesimpulannya, Allah Ta'ala perintahkan kepada suami untuk mempergauli istrinya dengan baik. Dengan memenuhi setiap kebutuhannya, baik nafkah lahir, dan tentu saja nafkah bathin. Semua lelaki memahami, wanita juga ingin mendapatkan kenikmatan batin bersama suaminya. Allah berfirman,

"Wanita punya hak (yang harus ditunaikan suaminya sesuai ukuran kelayakan), sebagaimana dia juga punya kewajiban (yang harus dia tunaikan untuk suaminya)." (QS. al-Baqarah: 228). Allahu'alam

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X