• Jumat, 17 September 2021

Istri Galau, Suami Susah Move On dari Mantan, Apa Solusinya dalam Islam?

- Rabu, 15 September 2021 | 17:31 WIB
WANITA yang ditinggal mati suaminya berkewajiban tinggal di rumahnya dan tidak keluar dari rumahnya kecuali karena darurat. Ia pun berkewajiban menjauhi segala sesuatu yang megandung hiasan, yaitu berupa pakaian, perhiasan, wewangian, celak mata, dan lain-lainnya yang termasuk hiasan.
WANITA yang ditinggal mati suaminya berkewajiban tinggal di rumahnya dan tidak keluar dari rumahnya kecuali karena darurat. Ia pun berkewajiban menjauhi segala sesuatu yang megandung hiasan, yaitu berupa pakaian, perhiasan, wewangian, celak mata, dan lain-lainnya yang termasuk hiasan.

INILAHKORAN, Bandung- Kasus seperti ini sering terjadi di masyarakat kita. Seorang suami menyakiti istrinya karena susah melupakan sang mantan. Apa solusinya dalam islam?

Dalam situs tanya jawab islam konsultasisyariah.com ada seorang istri yang bertanya kepada ustaz tentang cara menghadapi suami yang masih memikirkan cinta pertamanya. Pasangan itu sudah enam bulan menikah tetapi sang suami susah move on.

Ustaz Ammi nur Baits memberikan tiga kiat buat sang istri untuk menghadapi persoalannya itu. Berikut jawaban dari ustaz:

Pertama, itulah bagian dari keterbatasan manusia.

Dia tidak mampu menghilangkan semua memori yang pernah dia alami. Keadaan ini tidak hanya dialami suami Anda, tapi juga orang lain bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengalami hal serupa hingga membuat Aisyah cemburu. Di depan Aisyah, Nabi dengan bangganya mengatakan,

“Sungguh Allah telah menganugrahkan kepadaku rasa cinta kepada Khadijah” (HR. Muslim, no.2435)

Baca Juga: Seumur-umur Nggak Pernah Mandi Junub, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Padahal kita mengetahui bahwasanya Aisyah adalah wanita yang sangat pencemburu. Aisyah radhiallahu ‘anha bertutur,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyebut tentang Khadijah maka ia pun memujinya, dengan pujian yang sangat indah. Maka pada suatu hari aku pun cemburu, maka aku berkata, “Terlalu sering engkau menyebut-nyebutnya, ia seorang wanita yang sudah tua. Allah telah menggantikannya buatmu dengan wanita yang lebih baik darinya.” Maka Nabi berkata, “Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanita pun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR. Ahmad, no 24864 dan dishahihkan oleh para pentahqiq Musnad Ahmad).

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X