• Selasa, 26 Oktober 2021

Naudzubillah, Inilah Dua Jenis Banci atau Waria dalam Islam

- Jumat, 24 September 2021 | 11:35 WIB
Ada dua jenis banci dalam pandangan syariat islam. (Ilustrasi/Net)
Ada dua jenis banci dalam pandangan syariat islam. (Ilustrasi/Net)

INILAHKORAN, Bandung- Fenomena banci atau waria sepertinya sudah bukan hal yang tabu di negeri ini. Kita bisa dengan mudah menemukannya. Di jalanan, layar televisi, atau bahkan di sekitar rumah kita sendiri. 

Ternyata, Islam punya pandangan tersendiri terkait fenomena banci ini. Ustaz Ahmad Sarwat dalam artikelnya di rumahfiqih.com menjelaskan pengertian kedua jenis banci sebagai berikut:

A. Khuntsa

Di antara sekian banyak fenomena di dunia ini, ada sedikit kasus di mana seseorang memiliki kelamin ganda. Artinya dia memilki kelamin laki-laki dan kelamin wanita sekaligus. Dalam masalah ini, Islam sejak awal dahulu telah memiliki sikap tersendiri berkaitan dengan status jenis kelamin orang ini. Sederhana saja, bila alat kelamin salah satu jenis itu lebih dominan, maka dia ditetapkan sebagai jenis kelamin tersebut.

Baca Juga: Doa Dahysat Ketika Rezeki Mulai Seret, Cepat-cepat Amalkan!

Artinya, bila organ kelamin laki-lakinya lebih dominan baik dari segi bentuk, ukuran, fungsi dan sebagainya, maka orang ini meski punya alat kelamin wanita, tetap dinyatakan sebagai pria. Dan sebagai pria, berlaku padanya hukum-hukum sebagai pria. Antara lain mengenai batas aurat, mahram, nikah, wali, warisan dan seterusnya. Dan sebaliknya, bila organ kelamin wanita yang lebih dominan, maka jelas dia adalah wanita, meski memiliki alat kelamin laki-laki. Dan pada dirinya berlaku hukum-hukum syairat sebagai wanita.

Namun ada juga yang dari segi dominasinya berimbang, yang dalam literatur fiqih disebut dengan istilah Khuntsa Musykil. Namanya saja sudah musykil, tentu merepotkan, karena kedua alat kelamin itu berfungsi sama baiknya dan sama dominannya. Untuk kasus ini, dikembalikan kepada para ulama untuk melakukan penelitian lebih mendalam untuk menentuakan status kelaminnya. Namun kasus ini hampir tidak pernah ada. Bahkan khuntsa ghairu musykil pun hampir tidak pernah didapat.

B. Takhannuts

Yang paling sering kita temukan kasusnya justru takhannuts, yaitu berlagak atau berpura-pura jadi khuntsa, padahal dari segi fisik dia punya organ kelamin yang jelas. Sehingga sama sekali tidak ada masalah dalam statusnya apakah laki atau wanita. Pastikan saja alat kelaminnya, maka statusnya sesuai dengan alat kelaminnya. Memang ada sebagian mereka yang melakukan operasi kelamin, tapi operasi itu sifatnya cuma aksesoris belaka dan tidak bisa berfungsi normal. Karena itu operasi tidak membuatnya berganti kelamin dalam kacamata syariat. Sehingga status tetap laki-laki meski suara, bentuk tubuh, kulit dan seterusnya mirip wanita.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Makna Asmaul Husna Al Haasib, Penjelasan dari Aa Gym

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:00 WIB
X