• Rabu, 20 Oktober 2021

Aa Gym: Bekerja karena Gaji, Ya Ujung-ujungnya Pasti Kecewa

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:53 WIB
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). (Istimewa)
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). (Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung- Lelah, bosan, jenuh, adalah hal-hal yang manusiawi ketika kita sedang bekerja mencari nafkah. KH Abdullah Gymnastiar memberi dua nasihat penting agar segala urusan yang kita kerjakan terasa menyenangkan.

Menurut Aa Gym-sapaannya- dalam bekerja biasanya kita bergantung pada gaji. Kalau pendapatan yang diterima besar, maka gairah kita bisa menggebu-gebu. Sebaliknya jika gaji diterima kecil, semangat pun jadi lesu. Kecuali bagi yang saat itu memang sedang memerlukan uang, dan belum memperoleh pekerjaan lain yang berpenghasilan lebih besar.

Baca Juga: Air Mani Perempuan, Begini Ciri-cirinya dalam Islam

"Padahal cara berpikir begitu sebetulnya keliru. Pertama, karena gaji yang rendah yang membuat kita tidak bersemangat, akan memengaruhi kualitas hasil kerja. Hasil pekerjaan kurang berkualitas akan membuat atasan kecewa bahkan marah. Ekspresi kekecewaan atasan bisa membuat kita enggan berangkat bekerja dan membolos. Dan akhirnya, bukannya naik pangkat atau gaji dinaikkan, tapi kita malah bisa dipecat. Jadi, pangkalnya yang keliru. Bekerjalah tanpa bergantung pada gaji," ungkap pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini dalam artikelnya di inilahkoran.com

Kedua, lanjut Aa Gym karena rezeki dari Allah SWT amat luas dan tidak hanya melalui gaji. Instansi, perusahaan, lembaga dan sebagainya cuma sebagian perantara. Rezeki dari-Nya bisa di manapun, melalui perantara siapapun, dan dalam bentuk apapun.

Baca Juga: Manusia Terjelek dalam Islam, Suami yang Sebar Rahasia Istrinya...

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. ath-Thalâq [65]: 3).

Lebih lanjut, Aa Gym menegaskan bahwa semangat dalam bekerja jangan bergantung pada gaji, karena rezeki dari Allah tidak hanya lewat gaji. Niatkan yang tulus kepada Allah dengan pekerjaan yang halal dan baik, syari’at yang selalu dipegang, serta terus bekerja secara jujur, disiplin, maksimal dan hasil pekerjaan berkualitas.

"Biarkan saja jika atasan tidak mengetahui, karena Allah pasti memperhatikan. Abaikan juga atasan yang tidak menghargai, karena Allah pasti menghargai orang yang berbuat kebaikan dan kejujuran. Mungkin nanti Allah akan memberikan ganjaran lewat jalan yang lain. Allah Mahaperkasa lagi Mahamulia, dan kehendak-Nya pasti terjadi," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air Mani Perempuan, Begini Ciri-cirinya dalam Islam

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:12 WIB
X