• Minggu, 5 Desember 2021

Makna Asmaul Husna: Al Malik Allah Maha Raja, Aa Gym Jelaskan Begini...

- Senin, 25 Oktober 2021 | 07:15 WIB
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). (Istimewa)
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). (Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung- Salah satu asma Allah adalah Al Malik, yang jika diterjemahkan dengan bahasa kita yang sangat terbatas berarti Allah Yang Maha Raja atau Allah Yang Maha Merajai.

Di dalam Al Quran Al Malik disebut sebanyak lima kali. Dialah Allah, Malikul Mulki, Yang menguasai kerajaan. Dialah Allah, Malikul Muluk, Raja atas segala raja. Dan Dialah Pemilik kerajaan langit dan bumi.

Saudaraku, kalau disebut “raja” di antara manusia, maka maka dia adalah seseorang yang memiliki kekuasaan besar di antara kelompok manusia tertentu. Makin besar kekuasaannya, itu menunjukkan makin besarlah kehebatan sang raja. Dia bisa memberi perintah kepada bawahan dan rakyatnya kemudian perintahnya itu akan diikuti. Diapun bisa mengambil keputusan dari yang besar sampai yang kecil. Dia bisa memutuskan untuk perang atau untuk damai atau tindakan lainnya.

Baca Juga: Agar Rezeki Mengalir! Baca Doa Ini Saat Sedang Bekerja

Akan tetapi, yang namanya raja manusia, dia tidak akan sanggup hidup sendirian. Sehebat apapun seorang raja, dia butuh kepada orang lain, bahkan dia bergantung kepada orang lain. Apakah artinya seorang raja jikalau hanya sendirian tanpa memiliki rakyat atau pembantu. Ketika merasa panas, dia butuh pembantu yang mengipasi. Ketika akan mengambil keputusan, dia butuh informasi dari pembantunya, dari orang yang lebih rendah dari dia tapi akan menentukan keputusan dia. Ketika dia sakit, dia butuh dokter. Ketika dia lapar, dia butuh orang yang membuatkan makanannya. Demikianlah raja manusia.

Raja manusia belum tentu dibutuhkan oleh setiap makhluk. Hewan ternak tidak butuh kepada raja. Pohon-pohon di ladang tidak butuh kepadanya. Jadi sehebat-hebatnya raja manusia, dia butuh kepada orang lain dan makhluk lain, sedangkan dia belum tentu dibutuhkan oleh makhluk lain.

Allah Swt. disebut Maha Raja karena Dia memiliki kekuasaan mutlak atas alam semesta ini tanpa butuh apapun dan siapapun untuk mengurusnya. Segala yang ada di alam semesta ini mutlak ciptaan Allah dan Allah yang mengatur semuanya. Allah yang menciptakan segala-galanya tanpa butuh kepada mereka, justru merekalah yang selalu butuh kepada-Nya. Ketaatan makhluk kepada Allah, bukan karena Allah butuh pada ketaatan mereka. Ketaatan makhluk tidak akan menambah kemuliaan Allah, dan kemaksiatan makhluk pun tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya.

Baca Juga: Pelajaran dari Kisah Nabi: Lelaki Bani Israil dan Utang Seribu Dinar

Kita butuh kepada Allah karena sangat bergantung kepada-Nya. Bahkan menumbuhkan sehelai rambut pun di kepala kita, kita tidak sanggup. Kita pun tidak bisa menahan tumbuhnya uban meski sehelai. Betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah Swt.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Amalan-amalan Penghapus Dosa di Hari Jumat

Jumat, 26 November 2021 | 04:45 WIB
X