• Kamis, 9 Desember 2021

Ini Peringatan Rasulullah untuk Para Jomblo yang Enggan Menikah

- Selasa, 16 November 2021 | 08:30 WIB
Hati-hati hidup menjomblo karenya nyaman tanpa pasangan. Rasulullah memberi peringatan.
Hati-hati hidup menjomblo karenya nyaman tanpa pasangan. Rasulullah memberi peringatan.

INILAHKORAN, Bandung- Hati-hati ketika mulai nyaman hidup sendiri atau jomblo. Ada peringatan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dalam islam, pernikahan adalah sebuah kemuliaan. Lantas, apa hukumnya seseorang memilih hidup jomblo selamanya?

Terhadap pertanyaan itu, Syaikh al-Alim Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah menjawab sbb:

Allah SWT menciptakan manusia dan menjadikan di antara tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan suami isteri laki-laki perempuan, dan Dia jadikan di antara keduanya rasa cinta dan kasih sayang dalam pernikahan sesuai hukum-hukum syara. Allah SWT berfirman:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."(QS ar-Rum [30]: 21)

Baca Juga: Ketika Ustaz Subhan Bawazier Dapat Pertanyaan Lucu dari si Jones alias Jomblo Ngenes

Islam mendorong untuk menikah. Menikah itu lebih menundukkan pandangan, lebih menjaga kemaluan, lebih menenangkan jiwa dan lebih menjaga agama.

Imam al-Bukhari telah mengeluarkan dari Abdullah ra, ia berkata, Kami bersama Nabi saw lalu beliau bersabda:

"Siapa saja di antara kalian yang sanggup menikah maka hendaklah dia menikah, sesungguhnya itu lebih menundukkan pandangan, lebih menjaga kemaluan, dan siapa saja yang tidak mampu maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu perisai baginya."

Al-Hakim telah mengeluarkan di al-Mustadrak dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Baca Juga: Buat Para Jomblo! Begini Lima Langkah Temukan Pasangan Hidup

"Siapa yang diberi Allah isteri saleh, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separo lainnya."

Al-Hakim berkata: "hadis ini sanadnya sahih." Dan disetujui oleh adz-Dzahabi.

Kemudian orang yang berusaha untuk menikah guna menjaga kesuciannya, dia adalah salah seorang dari tiga golongan yang akan ditolong Allah SWT.

Imam Ahmad telah mengeluarkan di Musnad-nya dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda:

"Tiga golongan yang masing-masing menjadi hak Allah SWT untuk menolongnya: seorang mujahid di jalan Allah, orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, dan al-muktab (hamba sahaya yang mengikat perjanjian dengan tuannya membayar sejumlah harta untuk memerdekakan dirinya) yang ingin membayarnya."

Baca Juga: Suami Mengaku Jomblo, Jatuhkah Talak?

Rasulullah saw melarang tidak menikah bagi orang yang mampu menikah. An-Nasai telah mengeluarkan dari Samurah bin Jundub dari Nabi saw:
Bahwa Beliau melarang membujang (tidak menikah selamanya)

Ibn Majah juga telah mengeluarkan yang demikian.

Rasul telah berpesan kepada para bapak jika datang kepada mereka orang yang mereka ridai agama dan akhlaknya agar menikahkannya.

At-Tirmidzi telah mengeluarkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

"Jika datang mengkhitbah kepada kalian orang yang kalian ridai agama dan akhlaknya maka nikahkan dia, jika tidak kalian lakukan maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar."

Ibn Majah telah mengeluarkan dengan lafazh:

"Jika datang kepada kalian orang yang kalian ridhai akhlaknya dan agamanya maka nikahkan dia, jika tidak kalian lakukan maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar."

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Amalan-amalan Penghapus Dosa di Hari Jumat

Jumat, 26 November 2021 | 04:45 WIB
X