• Sabtu, 4 Desember 2021

Meramal Nasib dan Jodoh Bisa Terjerumus Dosa Besar, Begini Penjelasannya

- Kamis, 18 November 2021 | 08:00 WIB
Hati-hati meramal nasib dengan cara membaca garis tangan bisa berujung kesyirikan. (Pexels/Luis Quintero)
Hati-hati meramal nasib dengan cara membaca garis tangan bisa berujung kesyirikan. (Pexels/Luis Quintero)

INILAHKORAN, Bandung- Ramal meramal nasib sudah sering kita temui. Dalam Islam, benarkah meramal nasib itu berujung dosa besar?

Peruntungan, nasib, jodoh dan hal lainnya adalah sesuatu yang misteri bagi sebagian orang.

Namun menjadi sesuatu yang seolah bisa diramalkan bagi sebagian lainnya. Salah satu cara menerawang nasib di masa depan ialah melalui rajah tangan atau garis tangan.

Seseorang yang mengaku bahwa dirinya mampu membuka tabir rahasia ini kerap disebut cenayang, peramal, dukun, paranormal atau lainnya.

Baca Juga: Meramal Nasib dan Dosa Besar di Baliknya

Tak sedikit dari kita bahkan para muslim turut memercayainya, apalagi jika ramalan mereka sering bersesuaian dengan apa yang terjadi di kemudian hari.

Lantas benarkah Allah menyisipkan rahasia nasib melalui perbedaan rajah tangan masing-masing manusia? Mari kita simak penjelasan dari Ustaz Ahmad Sarwat Lc dalam menanggapi polemik ini:

Dalam akidah Islam, garis tangan itu tidak ada kaitannya denga nasib dan masa depan seseorang. Kalau ada orang yang mengaku bisa membacanya, ketahuilah bahwa orang itu sedang melakukan dusta, namun dibantu oleh setan yang terkutuk.

Baca Juga: Nasib Manusia Ditentukan di Akhir Kehidupannya

Membaca garis tangan sebenarnya bagian dari tindakan syirik, yaitu meramal nasib.

Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah 'arrafah.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Amalan-amalan Penghapus Dosa di Hari Jumat

Jumat, 26 November 2021 | 04:45 WIB
X