Bahaya! Makanan Sisa Sahur Dihangatkan untuk Buka Puasa Efeknya Buruk untuk Tubuh

Ternyata, makanan sisa sahur yang dipanaskan untuk kemudian disantap saat buka puasa sangatlah tidak dianjurkan.

Bahaya! Makanan Sisa  Sahur Dihangatkan untuk Buka Puasa Efeknya Buruk untuk Tubuh
Makanan sisa sahur yang dihangatkan untuk disantap saat buka puasa diyakini tidak lagi mengandung gizi.

INILAHKORAN, Bandung- Jangan mencoba hangatkan makanan sisa sahur untuk kemudian disantap saat buka puasa.

Makanan sisa sahur yang dihangatkan untuk buka puasa menimbulkan efek buruk terhadap tubuh.

Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia, dr Putri Sakti sangat tidak menyarankan makanan sisa sahur dihangatkan untuk menjadi sajian buka puasa.

"Memang yang terbaik tidak boleh dipanaskan (dihangatkan). Saya sarankan bikin bumbunya untuk dua porsi, saat buka dan sahur," ungkap dr Putri Sakti.

Baca Juga: Dua Amalan Dahsyat Selepas Sahur, Jangan Sia-siakan dengan Tidur Apalagi Nonton!

Demi menjaga kandungan gizi, lanjut dr Putri Sakti, makanan yang disajikan untuk sahur dan buka puasa sebaiknya dibuat terpisah.

"Misalnya membuat sop, bumbu dasarnya dibuat dobel, lalu kaldunya dibuat satu panci besar. Nanti saat sahur tinggal masukkan sayurannya saja dengan harapan kandungan dalam sayuran tidak rusak," lanjut dr Putri sakti.

Untuk menu sahur, dr Putri Sakti merekomendasikan Anda hidangan berkuah semisal sop dengan sayuran yang bervariasi.

Selain itu, dr Putri Saktu menyarankan menu ditambah bahan lain semisal ayam, daging atau kacang merah. Jadi, dalam satu hidangan ini juga mencakup sumber vitamin, protein hewani dan nabati.

Baca Juga: Kurma, Hidangan Terbaik di Waktu Sahur Menurut Nabi

"Saya pilih kuah-kuahan karena kita membutuhkan menambah cairan untuk seharian, di samping juga tidak ribet membuatnya. Lalu, dengan variasi sayur. Masukin juga ayam potong atau besoknya dengan daging, kacang merah. Jadi dalam satu kali masak sudah ada protein hewani, nabati dan sayur," tutur dia.

Bila ingin menghidangkan ikan balado, Anda juga bisa menambahkan tahu dan tempe. Anda nanti tinggal menambah sayuran sebagai lauk lainnya.

Cara ini untuk meminimalisir waktu memasak agar tidak terlalu lama.

Baca Juga: Ini Dia! Kumpulan Aplikasi Makanan Sahur dan Buka Puasa

"Sayuran baiknya tidak dipanaskan lagi apalagi yang berwarna hijau, kalau nitratnya berubah bisa menjadi karsinonegenik juga. Vitamin juga banyak berkurang. Sayur tidak membutuhkan waktu lama dimasak, estimasi lima menit jangan terlalu lama. Sayur sebaiknya jangan dipanaskan, yang mau dipanaskan lauk lain saja misalnya ayam atau dagingnya," demikian pesan dr Putri Sakti.***


Editor : inilahkoran