Gambaran Kematian Pemicu Semangat Ibadah, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Bekal Kematian

Ustadz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan suatu hari akan ada yang menyebutkan nama kita semua meninggal. Yang perlu dipikirkan

Gambaran Kematian Pemicu Semangat Ibadah, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Bekal Kematian
Gambaran Kematian Pemicu Semangat Ibadah, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Bekal Kematian

INILAHKORAN, Bandung- Takdir kematian sudah tertulis di lauhul mahfudz dan jelas akan datang pada waktunya. Kita harus senantiasa mempersiapkan semuanya, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ustadz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan suatu hari akan ada yang menyebutkan nama kita semua meninggal. Yang perlu dipikirkan, apakah sudah siap?

“Andai kata Allah mentakdirkan semua selesai, maka kematian adalah tempat istirahat,” jelas Ustadz Syafiq Riza Basalamah dalam Youtube Surabaya Mengaji.

Baca Juga: Gangguan Air di 7 Wilayah Kota Bogor karena Proyek Perbaikan di Jalah Sholeh Iskandar

Pada hakekatnya semua dimintai pertanggungjawaban tentang yang kita amalkan.

Ketika dibangkitkan kelak di Padang Mahsyar ia melihat istana terbuat dan manusia berkata “gara-gara engkau aku melakukan hal keji.”

Semua umat manusia di hari kebangkitan diperlihatkan dosa yang mereka perbuat dan dimintai pertanggungjawaban.

“Harta tiada guna, keluarga tidak bersinggungan, semuanya sia-sia. Hanyalah amalan baik yang tersisa” tambahnya.

Baca Juga: Kabar Baik! Kasus Covid 19 di Jabar Menurun Drastis, Begini Indikatornya

 Dengan lantang mengatakan jika bukan orang baik yang meninggal, ia akan berteriak ketakutan. Meminta pertolongan tapi tidak ada yang mendengar.

Sejatinya orang seperti itu tidak pernah mempersiapkan diri. Maka ia mengajak jamaahnya diakhir kajian untuk selalu mengingat kematian sebagai pecutan beramal baik.

Satu-satunya yang datang bak pahlawan di hari itu adalah Rasulullah SAW.  Yang rela bersujud dihadapan Allah demi menolong umatnya.

Baca Juga: Sudah Go Internasional, Warkop Mendunia Ada di New York, Jual Mie Instan dan Gorengan Juga!

Gambaran kematian harus terus diingat supaya bisa menjadi pecutan kita berbuat baik dan mengerjakan amalan sholeh.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran