Amalan Ramadhan Wanita Haid Cukup Baca Dzikir Ini, Buya Yahya: Dapat Pahala Utuh

Buya Yahya menjelaskan Amalan Ramadhan bagi para wanita haid. Tak lain, membaca dzikir untuk dapat pahala utuh.

Amalan Ramadhan Wanita Haid Cukup Baca Dzikir Ini, Buya Yahya: Dapat Pahala Utuh
Buya Yahya menjelaskan Amalan Ramadhan untuk para wanita haid.

INILAHKORAN, Bandung- Buya Yahya menjelaskan satu Amalan Ramadhan untuk wanita haid yang ternyata pahalanya sebanding dengan mereka yang berpuasa.

Menurut Buya Yahya, Amalan Ramadhan wanita haid adalah dengan membaca salah satu dzikir yang bisa membuat mereka mendapatkan pahala utuh berpuasa.

"Bagi wanita yang dalam keadaan haid boleh melakukan segala kebaikan kecuali yang dilarang, tidak boleh sholat, tidak boleh puasa, tidak boleh baca alquran, dzikir boleh tidak boleh diam di dalam masjid, tidak boleh tawaf, tidak boleh membawa al quran dan menyentuhnya," ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah terkait Amalan Ramadhan wanita haid.

Baca Juga: Hukum Ramadhan: Penjelasan Buya Yahya Terkait Sholat Tarawih, Mana yang Sunnah Rasul?

Dzikir yang dibaca pun bebas, termasuk kalimat dzikir yang diambil dari Al-Quran.

"Dzikir sehari-hari bebas dibaca, bahkan yang anda dapatkan dari guru anda baca terus jangan berhenti membaca dzikir," kata Buya Yahya.

Buya Yahya juga menyampaikan meski dalam keadaan haid, wanita harus tetap menjaga kesuciannya. Salah satunya dengan tetap berdzikir.

"Wanita itu meski dalam keadaan haid tetap dianjurkan bangun malam, sebagai wanita sholehah, yang lain sholat anda berdzikir, seandainya dia haid dia tetap mendapatkan pahala utuh," ucap Buya Yahya.

Baca Juga: Hukum Ramadhan! Inilah Waktu Terbaik Membayar Fidyah Puasa, Buya Yahya: Jangan Ditunda

Selain dzikir, membaca Asmaul Husna bisa menjadi amalan yang bisa dilakukan saat wanita dalam keadaan haid.

"Anda boleh membaca sholawat sebanyak-banyaknya, baca Asmaul Husna juga boleh. Bahkan sebelum tidur tetap dianjurkan membaca Al falaq An naas dan ayat kursi untuk menjaga diri anda biarpun dalam keadaan haid," kata Buya Yahya.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya menekankan waktu berdzikir sama dengan waktu sholat yang dilakukan saat dalam keadaan suci.

Baca Juga: Hukum Ramadhan: Ini Aturan Puasa Bagi Pekerja Keras, Buya Yahya: Kuli Bangunan Contohnya

 "Jika dalam keadaan suci bangun tengah malam selama satu jam bangunlah satu jam untuk berdzikir, waktu dhuha tetap berdzikir," tuturnya.***(Firda Rachmawati)


Editor : inilahkoran