Hukum Mendahulukan Sedekah daripada Bayar Hutang, Buya Yahya: Ada Jatuh Tempo

bagaimana hukumnya jika kita mendahulukan sedekah dibanding bayar hutang? begini penjelasan Buya Yahya terkait persoalan tersebut

Hukum Mendahulukan Sedekah daripada Bayar Hutang, Buya Yahya: Ada Jatuh Tempo
Hukum Mendahulukan Sedekah daripada Bayar Hutang, Buya Yahya: Ada Jatuh Tempo

INILAHKORAN, Bandung- Kebutuhan sehari-hari sering mendesak kita untuk memenuhinya, padahal belum ada pemasukan uang dari pekerjaan.

Maka yang dilakukan adalah meminjam kepada orang lain atau hutang.

Hutang tetap hutang dan wajib dibayar tanpa ada kurang sepeserpun. Lalu bagaimana hukumnya jika kita mendahulukan sedekah dibanding bayar hutang?

Baca Juga: BKKBN dan Pemprov Jabar sepakati Hasil Pendataan Keluarga 2021 jadi Dasar Perencanaan Pembangunan

Buya Yahya menjawab dalam Youtube Al-Bahjah TV bahwa membayar hutang itu wajib, sedangkan berinfaq atau sedekah itu sunnah.

“Hutang itu hak orang lain yang harus kamu bayar, maka dahulukan hutang,” jelas Buya Yahya.

Tapi lebih lanjut ia menjelaskan jenis hutang yang jatuh tempo pembayaran dan tidak.

Baca Juga: Relawan Jokowi Minta KPK Proses Gibran dan Kaesang, Rizal Ramli Sebut Kejagung Lebih Bernyali

Jika ditemui hutang yang telah jatuh tempo di waktu tertentu, tapi kita memilih untuk bersedekah, maka sedekah tersebut jadi haram hukumnya.

“Berarti Anda bersedekah bukan ingin pahala, tapi riya itu,” lanjutnya.

Pakailah uang kita miliki untuk melunasi hutang-hutang dulu. Pahala yang kita dapatkan setelah melunasi hutang juga lebih besar daripada pahala sedekah.

Baca Juga: Tahun Ini, Pemprov Jabar Raih WTP Kesebelas

“Pahala sedekah juga kalah dengan pahala membayar hutang,” lanjutnya lagi.

Tetapi keringanan terjadi saat hutang tersebut belum jatuh tempo pembayaran, artinya masih ada waktu untuk menabung.

Hal tersebut baru diperbolehkan sedekah terlebih dahulu sebelum membayar hutang.

Baca Juga: Lebaran 2022, Disnakertrans Kirimi SP 1 kepada 8 Perusahaan yang Belum Bayarkan THR

Jadi bersedekah boleh dilakukan meskipun memiliki hutang, dengan syarat hutang tersebut tidak boleh masuk dalam tempo waktu pembayaran.

Karena jelas dikatakan diatas bahwa hukum mendahuluhkan sedekah daripada bayar hutang adalah haram jika sudah jatuh tempo.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran