Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Sebelum Memotong Hewan Kurban?

boleh atau tidak memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkuban sebelum hewan kurbannya disembelih?

Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Sebelum Memotong Hewan Kurban?
Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Sebelum Memotong Hewan Kurban?

INILAH KORAN, Bandung – Sering terdengar perbincangan di kalangan masyarakat terkait boleh atau tidaknya memotong kuku dan rambut sebelum memotong hewan kurban.

Lantas boleh atau tidak memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkuban sebelum hewan kurbannya disembelih?

Berikut ini hadits-hadits yang menerangkan meminta agar orang yang berkurban tidak memotong kuku dan rambutnya.

Baca Juga: Kasus Tewasnya Bobotoh Naik ke Penyidikan, Polisi Sudah Periksa Panpel HIngga Manajemen Persib

Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan, yakni hadits pertama diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah) dan kalian ingin berkurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.”

Hadits kedua masih diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Baca Juga: Youngjae GOT7 Dikabarkan Telah Setahun Berpacaran dengan Solois Lovey

Siapa saja yang ingin berkurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban.”

Hadits ini menjadi dalil larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin melakukan ibadah kurban setelah memasuki 10 hari awal bulan Dzulhijah (mulai dari tanggal 1 Dzulhijah).

Hadits pertama menunjukkan perintah untuk tidak memotong (rambut dan kuku). Sedangkan riwayat kedua adalah larangan memotong (rambut dan kuku).

Baca Juga: Idul Adha 2022 Tanggal Berapa? Simak Jadwal Sidang Isbat Kemenag

Secara jelas dalam kedua hadits tersebut larangan memotong kuku dan rambut berlaku khusus hanya bagi orang yang ingin berkurban.

Dikutip dari laman Dompet Dhuafa, anggota keluarga yang diikutkan dalam pahala qurban, baik sudah dewasa atau belum, maka mereka tidak terlarang memotong bulu, rambut dan kuku.

Mereka (selain yang berniat qurban) dihukumi sebagaimana hukum asal yaitu boleh memotong rambut dan kulit dan kami tidak mengetahui adanya dalil yang memalingkan dari hukum asal ini.

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz sebagai Ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Mani’ dan Syaikh ‘Abdullah bin Ghodyan sebagai Anggota.***

 


Editor : inilahkoran