Simak Ini Ketentuan Qadha Sholat Akibat Menstruasi

Haid atau menstruasi merupakan keistimewaan bagi perempuan. Dimana salah satu keistimewaannya adalah diliburkannya perempuan dari aktivitas

Simak Ini Ketentuan Qadha Sholat Akibat Menstruasi
Ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung - Haid atau menstruasi merupakan keistimewaan bagi perempuan. Dimana salah satu keistimewaannya adalah diliburkannya perempuan dari aktivitas ibadah tertentu. Yakni seperti sholat, puasa, membaca Alquran, dan sebagainya.

Beberapa ibadah yang diliburkan saat haid ada yang harus diganti dan juga ada yang tidak. Seperti jika puasa Ramadhan, perempuan yang mengalami haid saat Ramadhan masih memilik kewajiban untuk mengganti puasa yang ditinggalkan di hari yang lain.

Lalu bagaimana dengan ibadah sholat yang ditinggalkan karena haid, apakah harus diganti/diqadha juga setelah datang masa suci? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan “iya” dan “tidak”, tergantung macam sholat yang ditinggalkan. Ada dua ketentuan qadha sholat bagi perempuan haid yaitu sebagai berikut:

Baca Juga: Resmi! PSG Pecat Mauricio Pochettino

1. Tidak wajib qadha sholat

Tidak wajibnya bagi perempuan untuk mengganti sholat yang ditinggalkan berdasarkan pada hadits :

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

Artinya: “Mengapa gerangan wanita yang haid mengqadha puasa dan tidak mengqadha sholat?” Maka Aisyah menjawab, “Apakah kamu dari golongan Haruriyah?” Aku menjawab, “Aku bukan Haruriyah,” akan tetapi aku hanya bertanya. Dia menjawab, “Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha sholat.” (HR Muslim).

Dari hadits ini kita bisa menyimpulkan bahwa secara mendasar, perempuan yang sedang haid dilarang untuk menunaikan sholat. Selain itu, perempuan juga tidak diperintahkan mengganti sholat yang ditinggalkan selama masa haid itu.

Baca Juga: Resmi! PSG Pecat Mauricio Pochettino

2. Wajib qadha sholat

Pertama, wajib qadha sholatnya perempuan apabila sudah masuk waktu sholat, kemudian haid datang saat si perempuan belum menunaikan sholatnya.

Haidnya menjadi sebab gugur kewajiban sholatnya, namun karena ada durasi waktu di mana ia berada dalam keadaan suci, namun dia belum melaksanakan kewajiban sholatnya, maka dia memiliki qadha sholat yang harus ditunaikan saat sudah suci.***


Editor : inilahkoran