Sabu-sabu dalam Gulungan Karpet, Kalapas Banceuy: Ini Modus Baru

Kepala Lapas Kelas II A Banceuy, Kusnali menyebut penyelundupan narkoba dalam gulungan karpet sebagai modus baru.

Sabu-sabu dalam Gulungan Karpet, Kalapas Banceuy: Ini Modus Baru
Petugas lapas Kelas II A Banceuy menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 98 gram.
INILAH, BANDUNG - Kepala Lapas Kelas II A Banceuy, Kusnali menyebut penyelundupan narkoba dalam gulungan karpet sebagai modus baru.
 
Sebelumnya diberitakan, Petugas lapas Kelas II A Banceuy menemukan sabu-sabu seberat 98 gram yang diselipkan dalam gulungan karpet. Sabu-sabu, itu dikirim ke rumah dinas salah satu petugas lapas.
 
"Baru kali ini. Boleh dibilang ini modus baru. Biasa kan lewat barang titipan dari pengunjung. Kemarin yang terbaru itu dimasukan ke sepatu anaknya. Ini modus baru yang mereka lakukan," tegasnya.
 
Penggagalan penyelundupan narkoba sebanyak 98 gram tersebut menjadi kasus pertama di tahun ini. Kusnali juga berharap tak akan ada lagi penyelundupan narkoba dengan modus apapun ke dalam lapas.
 
Sabu-sabu dalam gulungan karpet itu ditemukan Selasa (16/1). Saat itu, ada kurir membawa karpet ke rumah dinas petugas yang diterima keponakannya.
Kebetulan, saat itu petugas bersangkutan tak ada di rumah.
 
"Setibanya di rumah, petugas tersebut langsung memeriksanya, menduga ada yang mencurigakan, petugas langsung lapor ke Kepala PLP. Kepala PLP lapor ke Kepala Lapas," terang Kusnali,  Rabu (16/1).
 
Pihak kepolisian pun, lanjutnya, tengah mendalami siapa pemesan karpet, berikut siapa yang menitipkan barang tersebut. "Siapa pelakunya belum tahu persis. Kita menunggu keputusan dari kepolisian," ujarnya.
 
Kusnali menambahkan terkait petugas yang menerima kiriman masih belum bisa diperiksa. Bila ada keputusan untuk diperiksa, pihak Lapas mempersilahkannya. 
 
"Petugas yang dititipkan juga belum bisa diperiksa. Pihak kepolisian lah yang lebih berwenang untuk itu," terangnya.
 
Nama penerima yang tertera di kiriman karpet tersebut berinisial AH. Dia merupakan warga binaan Lapas Banceuy dengan kasus narkoba dan divonis lima tahun.
 
"Saat ini AH telah menjalani satu tahun masa hukumannya. Dan AH pun masih berada di Lapas," tambah Kusnali. (Ridwan Alawi)
 


Editor : inilahkoran